Usai Berkoordinasi dengan Kapolres, Aksi Pemortalan Jalan KM 8 Desa Selaru Berakhir

KabarKalimantan, Kotabaru – Ratusan warga Desa Bekambit, Bekambit Asri, Sejakah dan Desa Betung di Kecamatan Pulau Laut Timur serta warga Desa Mekarsari, Selaru dan Desa Salino di Kecamatan Pulau Laut Tengah melakukan penutupan jalan di KM 08 Desa Selaru.

Hal itu dilakukan warga karena kecewa terhadap PT Bersama Sejahtera Sakti (BSS) Gunung Aru yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Warga meminta pihak perusahaan memperbaiki kerusakan jalan yang dilintasi saat melakukan pengangkutan pupuk, kernel dan CPU.

“Kami juga meminta pihak perusahaan agar mengubah sistem greding dan menerima masyarakat yang menjual hasil kebun kelapa sawitnya,” ujar koordinator aksi, Syahran, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga :   BKSAD Tanah Bumbu Evakuasi Buaya Muara Tangkapan Anggota Lanal Kotabaru

Warga yang melakukan pemortalan jalan sejak 7 September itu juga menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas dugaan perambahan hutan yang dilakukan pihak PT Bersama Sejahtra Sakti (BSS).

Mereka mengancam, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dan dalam satu pekan permasalahannya tak kunjung selesai, maka mereka akan menurunkan ribuan massa untuk melakukan aksi demo di depan Kantor PT Bersama Sejahtera Sakti dan sebagian tetap melakukan penutupan jalan.

Menanggapi tuntutan warga tersebut, Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Siregar mengatakan akan secepatnya mengatasi permasalahan perambahan hutan.

Baca Juga :   Supriyanto Tewas Seketika Usai Tersambar Gledek

“Permasalahan ini sudah ditangani Polda Kalsel. Kita percayakan kepada Polri untuk menyelesaikannya. Kita tetap berpikir secara positif, karena azas praduga tidak bersalah itu melekat pada anggota kepolisian dan penyidik. Jadi kita berpikir positif sampai nanti ada kepastian hukumnya,” ucapnya.

Sementara mengenai permasalahan jalan yang masih rusak, mobil kecil tidak dapat masuk, greding yang baik dan tidak baik itu, Kapolres berjanji akan secepatnya menemui pihak perusahaan untuk menyampaikan tuntutan masyarakat dan meminta tanggapan dari pihak perusahaan.

“Kita berdoa saja apa yang diinginkan masyarakat dan yang diinginkan perusahaan bisa ketemu, sehingga keadilan yang sejahtera itu berlaku bagi semuanya bagi masyarakat, bagi investor dan warga sekitarnya,” katanya.

Baca Juga :   Ketua DPRD Kotabaru Minta Anggota Tak Berkampanye pada Kegiatan Reses

Setelah memberikan tanggapan, Kapolres pun meminta kepada para pengunjuk ras untuk membuka kembali jalan yang diportal tersebut.

“Mereka bersedia membuka kembali jalan tersebut dengan catatan memberi waktu kepada saya agar menjembatani mereka untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan dalam waktu satu minggu ke depan. Dan, saya pun menyanggupinya,” terangnya.

Setelah adan kesepakatan dengan Kapolres Kotabaru, warga yang melakukan penutupan jalan tersebut akhirnya membubarkan diri dan membuka lagi jalan tersebut sekitar pukul 18. 00 Wita.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.