Pendidikan Kesehatan bagi Peserta Didik di Tingkat Sekolah Dasar

SECARA umum pendidikan kesehatan dapat diartikan sebagai suatu upaya yang diberikan berupa bimbingan atau tuntunan kepada seseorang, atau peserta didik tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek pribadi (fisik, mental, dan sosial termasuk emosional) agar dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis. Adapun manfaat pendidikan kesehatan pada dasarnya adalah untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. Pendidikan kesehatan bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar (SD) diarahkan untuk membina agar memiliki sikap dan perilaku hidup bersih, sehat, bugar dan berdisiplin. Di samping itu pendidikan kesehatan juga bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik baik jasmaniah maupun rohaniah melalui pemahaman dan pengalaman gaya hidup sehat bagi peserta didik. Dengan demikian diharapkan anak tumbuh dan berkembang secara wajar dalam aspek jasmani, mental, sosial dan emosionalnya. Kebiasaan pemeliharaan kebersihan diri sendiri tidak terlepas dari upaya pendidikan secara keseluruhan, khususnya pendidikan kesehatan.

Baca Juga :   Syarat Menjadi Pemimpin Hakiki

Pemeliharaan kebersihan yang optimal akan terwujud apabila sejak kecil kepada anak sudah ditanamkan sikap hidup bersih dan contoh dari orang-orang yang berada disekitarnya. Karena itu setiap orang harus selalu berupaya memelihara dan meningkatkan taraf kebersihan diri sendiri dengan membiasakan hidup bersih dan sehat di samping mencegah penyakit. Agar kesehatan diri sendiri selalu terpelihara dengan baik, maka kebersihan mulut, gigi, kulit, kuku, rambut, mata, hidung, telinga, dan pakaian harus selalu terjaga. Memelihara kebersihan lingkungan di rumah adalah menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Seluruh anggota keluarga selalu dituntut kesadaran yang tinggi untuk selalu memelihara kebersihan di rumah.

Apabila seluruh anggota keluarga telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya lingkungan, tentu akan lebih mudah lagi dalam memelihara dan mengembangkan lingkungan yang bersih dan sehat di rumah. Tugas guru di sekolah adalah memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak didik mengenai pentingnya kebersihan di rumah bagi kesehatan pribadi maupun anggota keluarga yang lain. Apabila anak didik telah memiliki pengertian dan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya kebersihan, maka anak akan selalu hidup bersih dan selalu akan memelihara kebersihan lingkungannya agar selalu mendatangkan kesehatan yang optimal. Apabila anak didik telah dengan sadar mau melibatkan diri dalam kegiatan pemeliharaan dan pembinaan kebersihan lingkungan di rumahnya seperti membersihkan halaman, membersihkan saluran air, membersihkan kamar mandi dan WC, serta membersihkan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, itu berarti anak telah mengerti akan pentingnya kebersihan lingkungan dan itu merupakan suatu keberhasilan dalam pendidikan kebersihan anak.

Baca Juga :   Pengabdian Guru di Tengah Pandemi

Pemeliharaan kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekolah adalah merupakan tanggung jawab guru, murid dan petugas kebun sekolah. Masing-masing individu harus sadar bahwa kebersihan/kesehatan lingkungan di sekolah adalah untuk kepentingan bersama. Artinya kalau lingkungan sekolah bersih, sehat, rapih dan aman diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Karena semua individu yang terlibat di dalamnya merasa senang berada di lingkungan yang bersih, sehat, rapi dan aman. Guru dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik, seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan, sehingga pemeliharaan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat selalu terpelihara. Bentuk kelompok-kelompok kerja sebagai petugas piket, yang tugasnya membersihkan ruangan/ kelasnya, sehingga mereka harus datang lebih dahulu dari teman-temannya yang lain.

Baca Juga :   Siapa Bilang Kita Tidak Bisa?

Secara berkala adakan lomba kebersihan antar kelas. Di samping itu dalam waktu tertentu adakan acara membersihkan halaman sekolah dan semua ruangan yang ada, termasuk kamar mandi dan WC sehingga dengan demikian akan selalu tercipta rasa gotong royong, rasa persatuan, rasa memiliki dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Kemudian yang tak kalah pentingnya, pada waktu-waktu tertentu adakan lawatan ke sekolah-sekolah lain untuk melakukan pertandingan persahabatan sambil melakukan studi banding tentang keadaan lingkungan di sekolah, sehingga dengan demikian murid-murid akan termotivasi untuk selalu memelihara, menjaga dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekolahnya.

Oleh: Jahriati S.Pd
Guru Kelas di SD Negeri Betung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.