Memerdekakan Gaya Belajar dan Bakat Minat Siswa

SEBAGAI orang tua, guru, maupun pelaku pendidikan, harus mampu mewujudkan merdeka belajar ini di tempat-tempat belajar untuk anak-anak atau para siswanya. Merdeka belajar bermakna memberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai dan gembira tanpa stres dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami yang mereka punyai, tanpa memaksa mereka mempelajari atau menguasai suatu bidang pengetahuan di luar hobi dan kemampuan mereka. Ada dua hal yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni menerapkan merdeka belajar berdasar gaya belajar dan menerapkan merdeka belajar sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki anak atau siswa.

Merdeka belajar berdasar gaya belajar. Ada beberapa definisi tentang gaya belajar. Sebagaimana dikutip oleh Burhanudin (2014), menurut Fleming dan Mills, gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

Baca Juga :   Arti Penting Belajar dalam Kehidupan

Drummond mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar. Perlu kita ketahui ada 3 tipe atau gaya belajar siswa, yakni visual, auditori, dan kinestetik. Gaya belajar visual menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Siswa dengan gaya belajar seperti ini akan mudah faham dan mengerti yang dipelajarinya dengan cara melihat atau membaca. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan penggunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Itulah mengapa, orang yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai artistic, salah satunya paduan warna.

Baca Juga :   Risiko Pendidikan di Daerah Terpencil

Gaya belajar auditori mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Orang tipe auditori tidak mempermasalahkan tampilan visual saat belajar, yang penting adalah mendengarkan pembicaraan guru dengan baik dan jelas. Tipe auditori biasanya paling peka dan hafal setiap ucapan yang pernah didengar. Gaya belajar kinestetik ini menyenangi belajar yang melibatkan gerakan. Biasanya orang tipe ini merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekadar membaca buku tetapi juga mempraktikkannya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri baginya. Biasanya, orang yang memiliki gaya belajar tipe kinestetik biasanya tidak betah berdiam lama-lama di kelas. Penerapan merdeka belajar akan terjadi bila siswa difasilitasi untuk belajar sesuai dengan cara/tipe mereka. Kita tidak bisa memaksa seorang anak harus belajar dengan cara yang kita inginkan karena masing-masing anak memiliki tipe atau gaya belajarnya sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Proses belajar yang mereferensi kesesuaian gaya belajar anak/siswa akan mewujudkan kesenangan atau kenyamanan belajar (joyfull learning) dan kemudahan anak menguasai materi pelajaran Harus dihindari anak menurun prestasi belajarnya di sekolah karena dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya.

Baca Juga :   Cita-cita Wajib Dimiliki dan Diperjuangkan

Oleh: Asian Nur Wardani S.Pd
Guru Kelas di SD Negeri 1 Sungai Cuka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.