Cuaca Ekstrem, BPBD Kalsel Mulai Bersiap dan Siaga

KabarKalimantan, Banjarmasin – Cuaca ekstrem yang terjadi di Kalimantan Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan akan gelar rapat koordinasi terkait kesiapan menghadapinya.

Hal tersebut disampaikan, Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat saat dijumpai di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (2/11/2021).

Terkait cuaca ekstrem saat ini terjadi, Mujiyat mengatakan akan menggelar rapat koordinasi bersama forkopimda dan BPBD Kabupaten Kota untuk kesiapan dalam menghadapi bencana.

Baca Juga :   Diguyur Hujan Deras, Jalan Protokol Banjarmasin Lagi-Lagi Digenangi Air

“Informasi dari BMKG harus sudah kita share sehingga daerah mempersiapkan untuk konsekuensinya dan mempersiapkan pra bencana seperti apa dilakukan,” katanya.

Ia juga menuturkan, dengan melihat kejadian bencana yang terjadi awal tahun kemarin. Saat ini, ia mengingatkan agar semua tidak boleh lengah dengan memberikan segala informasi sekecil apapun dan harus disikapi.

“Kejadian tahun kemarin kita sekarang lebih hati-hati dan memperhatikan tanda-tanda alam. Mudah-mudahan kita semua bisa menyikapi dan tidak lengah kalau terjadi bencana serta masyarakat dengan mengandalkan desa tangguh bencana atau manajemen berbasis komunitas itu lebih cepat teratasi,” ucapnya.

Baca Juga :   Peringati HUT RI ke-75, YVCI Banjarbaru Touring ke Perbatasan Indonesia-Malaysia

Menurutnya, potensi bencana yang harus diwaspadai terjadi ialah curah hujan masih tinggi yang mana diperkirakan BMKG pada tanggal 4 ini terjadi hujan lebat di daerah Tabalong dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi informasi BMKG ini menjadi sesuatu yang harus kita perhatikan,”katanya.

Baca Juga :   Kunker ke Kalsel, Menko PMK RI Tinjau Penanganan Covid-19 dan Penyaluran Bansos

Di samping itu, ia juga mengingatkan 5 daerah rawan bencana seperti Tanah Laut, Banjar, HST, Batola dan Tanah Bumbu. BPBD Kabupaten tersebut untuk menyiapkan desa tangguh bencana atau komunitas tanggap bencana.

“Jadi kita juga minta BPBD daerah setempat untuk menyiapkan mereka. Sehingga desa tangguh bencana harus kita giatkan kembali,” pungkas Mujiyat.

Syahri Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.