Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Berkomunikasi

SEBAGAI makhluk sosial, komunikasi merupakan hal yang paling dekat dengan kita. Apa sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi dapat kita artikan sebagai berbagai pikiran, informasi dan intelijen. Segala bentuk aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain merupakan tujuan komunikasi. Lalu jika pesan yang kita maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara kita, maka terjadilah miskomunikasi. Sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan kejernihan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik secara eksternal.

Di era modern ini mungkin nampak ‘tolol’ melihat seseorang berusaha menciptakan kesadaran komunikasi. Banyak di antara kita memberi sedikit perhatian pada hal ini tetapi kenyataannya komunikasi ini terus berlangsung, tak peduli siapa Anda, jika Anda tidak bisa berkomunikasi dengan semestinya, maka tak seorangpun akan mendengarkan Anda. Bagaimana membangun sebuah komunikasi efektif tersebut. Berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi pertimbangan untuk dikembangkan misalnya kontak mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan selera berbusana.

Baca Juga :   Cara Mengajar yang Baik agar Siswa Tidak Mudah Jenuh

Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara anda tak merasa diabaikan. Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagai contoh sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasih sayang, mengangkat alis mata menunjukkan ekspresi heran, mengernyitkan dahi menyampaikan ketakutan dan kegelisahan.

Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tentunya langsung tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tunjukkan ekspresi bahwa anda tertarik dengan bahan pembicaraan yang baru dibahas. Setiap gerak-gerik tubuh saat berbicara mesti dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan dari anda. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat ditangkap secara visual daripada secara verbal. Sebagai contoh menundukkan kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan.

Baca Juga :   Pentingnya Menjaga Kesehatan Tubuh

Terlalu sering menggerakkan bagian tubuh mengungkapkan sedang bergegas atau kebingungan. Untuk itu perhatikan gerak-gerik anda saat melakukan komunikasi dengan lawan bicara. Busana juga memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan, orang yang berbusana sesuai dengan struktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Penampilan fisik seseorang dan busana yang dikenakan membuat dampak pasti pada proses komunikasi. Kita semua berbusana dan mungkin banyak diantara kita tidak terlalu memperhatikan, namun hal kecil ini memiliki peran untuk sebuah efektif. Jika kita memperhatikan bagaimana cara berbusana, hal itu akan memperbaiki kemampuan komunikasi kita.

Komunikasi efektif sangat layak anda perhitungkan dalam membangun karir Anda. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktivitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat-rapat, lobi-lobi, penyuluhan dan lain-lain. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu. Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya.

Baca Juga :   Guru Sekaligus Pengusaha

Ada kalanya anda merasa ‘nervous’ hingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar-putar. Berikut tips dasar dalam berkomunikasi yaitu gunakan kalimat yang seefektif mungkin, jangan mengungkapkan pengulangan atau ide pokok bahasan, jangan berbicara terlalu lambat, hindari gumaman yang terlalu sering, dan hindari humor yang tidak perlu. Cara berkomunikasi yang baik adalah kenali konsep diri Anda, kenali kelebihan dan kekurangan Anda, tetapkan tujuan berkomunikasi, gali manfaat dari komunikasi yang akan terjadi, kuasai topik pembicaraan, pertahankan kontak mata, kontrol postur tubuh, gunakan bahasa yang sama-sama dimengerti, serta cerahkan perbincangan dengan humor-humor segar.

Oleh: Eka Yuliani S.Pd
Guru Kelas di SD Negeri Mudalang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.