Dampak Pernikahan di Usia Muda

FENOMENA pernikahan di usia muda masih sangat tinggi. Jika dahulu orang tua ingin agar anaknya menikah muda dengan berbagai alasan, maka kini tidak sedikit remaja sendiri bukan hanya remaja pedesaan tetapi juga remaja di kota besar yang ingin menikah muda. Pada kalangan remaja pernikahan di usia muda ini dianggap sebagai jalan keluar untuk menghindari seks bebas. Ada juga yang melakukannya karena terpaksa dan karena hamil di luar nikah. Pendapat tersebut mungkin ada benarnya, namun pernikahan tentunya bukan hanya sekedar menyatukan diri dalam suatu perkawinan sebagai jawaban atas permasalahan hidup yang sedang dihadapi. Pernikahan merupakan suatu bekal hidup yang harus dipersiapkan dengan matang.

Menurut Undang-undang perkawinan No. I Tahun 1974 Pernikahan adalah ikatan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai seorang suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk Iaki-laki minimal sudah berusia 19 tahun dan untuk perempuan harus sudah berusia minimal 16 tahun. Jika menikah dibawah usia 21 tahun harus disertai dengan izin kedua atau salah satu orang tua yang ditunjuk sebagai wali.

Remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang lebih mandiri dan ditandai dengan perkembangan yang yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan spirit. Keluarga adalah suatu kumpulan dari masyarakat terkecil, yang terdiri dari pasangan suami istri, anak-anak, mertua dan sebagainya. Rumah tangga yang bahagia adalah keluarga yang tenang dan tentram, rukun dan damai. Dalam keluarga itu terjalin hubungan yang mesra dan harmonis diantara semua anggota keluarga dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Untuk mewujudkan keharmonisan diperlukan adanya faktor keserasian, faktor keselarasan,dan faktor keseimbangan. Faktor-faktor ini hanya dimiliki oleh pasangan-pasangan yang sudah memiliki kematangan dalam segala tindakan, jika kematangan ini belum dimiliki akan banyak mengalami masalah dan kendala yang dihadapi dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Keluarga merupakan lembaga yang sangat penting dalam proses pendidikan anak, dan sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian serta kemampuan anak.

Faktor penyebab terjadinya pernikahan usia muda pada kalangan remaja yaitu faktor pribadi,keluarga dan faktor Iainnya, tidak sedikit pasangan memiliki alasan yang salah ketika menikah, sehingga terjebak pada pernikahan yang sebetulnya tak di inginkan Agar pernikahan berjalan langgeng, sebaiknya para pasangan memiliki alasan yang kuat dan benar untuk menikah. Beberapa alasan pribadi yang salah antara Iain agar bisa menjauh dari orang tua dan mendapat kebebasan, agar bisa menyalurkan hasrat seksual, untuk menghilangkan rasa sepi, agar mendapatkan kebahagiaan, agar bisa menjadi pribadi yang dewasa, karena terlanjur hamil, karena pasangan mencintai anda, untuk mendapatkan uang atau finansial yang lebih baik.

Adapun faktor yang berasal dari keluarga yaitu kian maraknya seks bebas dikalangan remaja dan dewasa muda, maupun meningkatnya angka aborsi setidaknya menjadi indikator tingkat pergaulan bebas sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan harus segera dipikirkan solusinya. Salah satu jalan yang di pikirkan keluarga, walaupun bukan yang mutlak adalah menikahkan pasangan remaja di usia muda.

Maraknya kawin diusia muda ini berkaitan dengan kultur yang berkembang di masyarakat. Bagi sebagian masyarakat, seorang anak perempuan harus segera berkeluarga karena takut tidak laku dan tak kunjung menikah di usia 20-an tahun. Sebagian orang tua yang masih belum paham pentingnya pendidikan memaksa anak-anak mereka untuk segera menikah. Hal itu biasanya terjadi setelah remaja lulus SMP atau bahkan belum. Mereka menganggap pendidikan tinggi itu tidak penting.

Penyebab Iain yang masih ditemui antara Iain karena kemiskinan. Tingginya angka kawin muda dipicu oleh rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat atau kesulitan ekonomi, maka agar tidak terus membebani secara ekonomi karena orang tua juga tidak sanggup lagi membiayai pendidikan anak, orang tua mendorong anaknya untuk menikah agar bisa segera mandiri. Hukum negara yang lemah merupakan salah satu penyebab anak tidak terlindungi dari praktek ini. Negara mengabaikan terjadinya pelanggaran hak hak anak padahal negara wajib melindungi warganya khususnya anak-anak dari keadaan bahaya.

Dampak pernikahan di usia muda tingginya angka kematian ibu dan anak serta gangguan kesehatan Iainnya, penyakit HIV, kanker leher rahim, depresi berat, pernikahan yang tidak berkekuatan hukum, munculnya pekerja anak, kekerasan dalam rumah tangga,konflik yang berujung perceraian, banyaknya anak terlantar, serta kurangnya jaminan masa depan. Upaya untuk menekan tingginya angka pernikahan usia muda keluarga harus mengajarkan dan menanamkan nilai nilai yang baik sejak dini kepada anak, serta memberikan bimbingan perlindungan dan pengawasan agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat mengarah pada berbagai hal negatif.

Oleh: Nurhadi Ismawan S.Pd
Guru Penjaskes di SD Negeri 4 Kampung Baru

Pos terkait