Al Habib Segaf Baharun Isi Tausyiah di Majelis Ta’lim Babul Haq

KabarKalimantan, Banjarmasin – Lantunan shalawat dan syair-syair habsy berkumandang di Majelis Babul Haq di Jalan Sultan Adam, Komplek Pondok Kelapa 2, Nomor 63C, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (8/11/2021).

Rupanya, itu merupakan pembuka dari serangkaian acara majelis ta’lim dan dzikir bulanan yang rutin digelar Majelis Ta’lim Babul Haq.

Kendati majelis ta’lim dan dzikir yang kali ini acara taiusyiahnya diisi DR Al Habib Segaf bin Hasan bin Ahmad Baharun itu terbuka untuk umum, namun jemaah yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan ketat lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Paman Birin Janji Bantu Pembangunan Masjid Al- Amin HKSN

Relevan dengan kondisi cuaca di Kota Banjarmasin yang sedang panas, dalam tausyiahnya, anak kedua dari Habib Hasan Baharun, pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah/Ponpes Dalwa Bangil, Pasuruan itu mengatakan, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa keadaan umat di akhirat dikembalikan kepada keadaan kebiasaannya di dunia.

Baca Juga :   Hindari Sebaran Covid-19, PTM Terbatas Masih Diberlakukan

Lebih sederhananya Habib Segaf menjelaskan, hamba Allah yang rela berpanas-panasan pada sebuah majelis tak’lim, maka akan dinaungi di akhirat atau padang mahsyar kelak.

“Barang siapa yang banyak nangisnya, banyak tertawanya di akhirat, dan sebaliknya. Dan, barang siapa di dunia banyak berpanasnya, in syaa Allah akan banyak naungannya di akhirat,” ujarnya menyampaikan yang pernah dikatakan Rasulullah SAW.

Habib Segaf mendefinisikan, syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW secara gamblang sudah disampaikan dengan semudah-mudahnya alias tak ada teka-teki pada ajaran yang dibawanya.

Baca Juga :   Malam Ini, Festival Pasar Terapung Resmi Dibuka

“Bahkan sebelum meninggalnya, Nabi Muhammad menyampaikan, perumpamaan yang dimandatkan pada beliau ibaratkan kain putih yang bersih tanpa noda. Sehingga sangat jelas antara siang dan malam. Artinya, yang mana siang jelas dan yang mana malam sudah jelas. Nabi menekankan, yang tidak berjalan di jalan yang beliau jelaskan, maka akan tersesat,” ungkapnya.

Suhaimi Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.