Genjot Vaksinasi, Normiliyani Gandeng Kemenag dan MUI Batola

KabarKalimantan, Marabahan – Dalam upaya meningkatkan vaksinasi di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Pemerintah Kabupaten menggandeng Kementrian Agama Kabupaten Barito Kuala dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batola untuk tingkatkan angka vaksinasi di pesantren, Rabu (10/11/2021).

Sebagai langkah awal, Kemenag Batola dalam hal ini Kepala Kantor Kemenag Batola Eddy Khairani beserta staf lakukan audiensi kepada Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS di rumah jabatan Bupati di Marabahan. Dalam audiensi yang dihadiri pula Kepala Bagian Porkopimda Hery Sasmita ini, Eddy menyampaikan pihaknya sangat mendukung program Bupati dalam peningkatan angka vaksinasi di Batola khususnya di pondok pesantren.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Jelang Nataru, Wabup Batola Pimpin Rakor Operasi Lilin Lintas Sektor

“Saat ini kendala kita memang banyak penolakan untuk vaksinasi dari wali santri,”ungkap Eddy.

Menurut Eddy, masih banyaknya wali santri maupun kepala pondok pesantren yang enggan melakukan vaksinasi disebabkan banyaknya berita hoax terkait vaksinasi ini.

“Berita hoax ini memang seperti mencuci otak mereka, sehingga harus kita lakukan pendekatan agar program pemerintah ini bisa berjalan,”tambah Eddy.

Jelasnya, dari 17 pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag Batola baru 5 yang telah menjalankan vaksinasi. Ponpes yang sudah menjalankan vaksinasi pertama adalah Ummul Qur’an di Kecamatan Rantau Badauh, ponpes Al-Mujahidin di Marabahan, ponpes Ni’Matul Aziz di Tamban, ponpes Al-Munawir di Tamban, dan ponpes Ahsanul Ilmi di Tabunganen. Sedangkan dua ponpes lagi menurut Eddy masih dalam proses.

Baca Juga :   Syukuran Harjad ke-16 Kecamatan Jejangkit, Bupati Ajak Warga Bersama-sama Lakukan Pembenahan

Sebelumnya, Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS telah mengeluarkan instruksi Bupati nomor 1 tahun 2021 tentang percepatan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemic Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala. Dalam instruksi Bupati ini diatur bahwa penerima manfaat (KPM) PKH, BPNT, dan BLT-DD serta jenis bantuan lainnya wajib menunjukkan telah di vaksin. Juga bagi siswa/santri untuk wajib melakukan vaksinasi sebelum bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :   Ini Upaya Polsekta Banjarmasin Tengah Jaga Kondusifitas di Wilayahnya

Menghadapi persoalan ini, Bupati meminta Kemenag untuk melakukan sosialisasi dengan melibatkan MUI Batola. “Kita panggil saja nanti masing-masing kepala ponpes untuk kita ajak untuk mau menjalankan vaksinasi di ponpes mereka masing-masing,”ungkapnya.

Bupati menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat penting agar tercipta herd immunity di Kabupaten Barito Kuala sehingga penularan Covid-19 dapat kita tekan. “Kasihan anak-anak ini, kalau karena angka vaksinasi kita rendah status PPKM Batola kembali naik, PTM bisa kembali kita hentikan,”ungkap Noormiliyani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.