BPBD Balangan Serahkan Bantuan ke Dapur Umum Warga Terdampak Banjir

  • Whatsapp

KabarKalimantan, Paringin – Bantu warga korban terdampak banjir di Kecamatan Batumandi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kirimkan bantuan logistik untuk dapur umum yang dibangun Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dinas Sosial Balangan, Jumat (19/11/2021).

Disampaikan Plt Kalak BPBD Balangan, H Rahmi, sehubungan dengan tingginya curah hujan yang terjadi pada kemarin malam, sehingga pada hari ini telah menyebabkan genangan dan luapan air yang cukup tinggi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Balangan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Tiga Lembaga Penegak Hukum Tandatangani MoU Penaganan Tindak Pidana

“Ada sekitar 3 desa yang terdampak, yakni Desa Riwa, Desa Mampari, dan Desa Kaladan. Ketiga desa yang ada di Kecamatan Batumandi ini tinggi genangan airnya sehingga warga perlu diberikan bantuan logistik,” terangnya.

Adapun bantuan logistik yang pihaknya berikan adalah untuk dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Balangan melalui tim TAGANA.

“Bantuan logistik yang kami berikan adalah untuk dapur umum warga terhambat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka hingga bekerjasama dengan Dinas Sosial melalui tim Tagana, sementara BPBD menyiapkan pada pagi hari tadi untuk keperluan hari ini dapur umum dan kita sudah suplai logistik berupa mie instan, telur, dan beras,” tambahnya.

Baca Juga :   Tim Smart Kampung Manis Monitoring dan Evaluasi Tujuh Desa

Dengan adanya bantuan logistik tersebut, H Rahmi berharap dapat membantu dan meringankan warga yang terdampak rumahnya terendam beberapa saat dan situasi hari ini sudah mulai menurun dari tadi sore warga sudah bisa normal kembali untuk menjalankan aktivitasnya masing-masing.

Kepada masyarakat Balangan, ia berpesan agar terus waspada karena saat ini sudah memasuki tengah cuaca perubahan musim dari musim kemarau menuju musim hujan.

Baca Juga :   Askab PSSI Kotabaru Gelar Turnamen Sepakbola Antar Klub

“Dan sesuai dengan informasi yang disampaikan perkiraan dari BMKG bahwa kita mulai memasuki puncak cuaca dengan curah hujan tinggi itu di bulan Desember dan sampai bulan Februari, kepada masyarakat tetap waspada dan tentu saja juga kepada aparat mulai tingkat pemerintahan kecamatan dan sampai ke tingkat desa untuk siaga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan khususnya dalam hal ini pada BPBD sebagai koordinasi dalam hal pengendalian dan penanggulangan bencana,” pungkasnya.

Hadrianor

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *