Babat Aktivitas Penambangan Batubara Ilegal di Tanbu, Dua WN Tiongkok Diamankan

  • Whatsapp

KabarKalimantan, Batulicin – Langkah tegas untuk membabat habis aktivitas penambangan liar yang disinyalir merusak ekosistem alam di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dilakukan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel).

Teranyar, Jajaran Polres Tanah Bumbu melakukan penindakan aktivitas penambangan liar di Desa Mangkalapi, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Pemkab Balangan dan Bank Kalsel Tandatangani Perjanjian Kerjasama Layanan Penyediaan Alat Perekaman Transaksi Usaha

Pasca melakukan penyelidikan, polisi bergerak menghentikan dan mengamankan area yang diduga menjadi lokasi penambangan batubara liar.

Lima orang yang saat itu tengah berada di tempat kejadian perkara (TKP) diamankan oleh polisi, dua diantaranya teridentifikasi merupakan warga negara asing (WNA).

Kelima orang tersebut yaitu berinisial DG (28) warga Batam, AR (33) warga Kotabaru dan SR (35) warga Tanah Bumbu.

Sedangkan dua WNA yang diamankan berinisial LS (35) dan LZ (55), keduanya merupakan WNA asal Tiongkok yang diketahui tinggal sementara di Kabupaten Tanah Bumbu.

Baca Juga :   Ratusan Pesepakbola di Kusan Hulu Deklarasi Dukung Zairullah-Rusli

Dari penyelidikan awal polisi, kelima orang yang diamankan tersebut memiliki peran masing-masing dalam aktivitas diduga penambangan ilegal ini.

DG berperan sebagai juru bicara sekaligus penerjemah bahasa, LS sebagai manajer operasional, LZ sebagai pengawas tambang, lalu AR dan SR berperan sebagai operator alat berat.

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu AKP Made Rasa, Selasa (23/11/2021) mengatakan, tak cuma lima orang tersebut, polisi juga berhasil mengamankan sederet barang bukti di TKP.

“Tak kurang ada 11 alat berat berupa ekskavator dan dozer serta 20 dump truk diamankan dan sejumlah tumpukan batubara juga dipasangi garis polisi. Sementara batubara yang ada di pelabuhan masih dala. tahap penyelidikan,” kata Made Rasa.

Baca Juga :   Disporapar Tanbu Terus Persolek Goa Liang Bangkai

Kelima orang dan sederet barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh Polres Tanah Bumbu untuk penyidikan lebih lanjut atas dugaan tindak pidana tentang Penambangan Tanpa Izin sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-udang Nomor 02 tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara (Minerba) Jo 55 KUHP.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *