Kendati Baru Seumur Jagung, Pengelolaan Sampah di Tegalrejo Jangan Dipandang Sebelah Mata

KabarKalimantan, Kotabaru – Keberadaan KPP Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejo Lestari, Desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru bisa dikatakan baru seumur jagung.

Walaupun demikian, keberhasilannya dalam mengelola sampah di wilayah setempat tidak bisa dipandang sebelah mama. Ini terbukti, baru tiga bulan beroperasi, terhitung pada bulan September lalu, KPP Rejo Lestari sudah mendapatkan penghargaan Best Practice Operasional dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   PMI Batola Gelar Aksi Donor Darah Menyambut Peringatan Harjad Batola ke-62

Penghargaan ini diterima Ketua KPP Rejo Lestari Mashudi di Balroom Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (6/12/2021).

Dihubungi via telepon seluler, Mashudi mengaku sangat bersyukur atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, kita didampingi Bumdes Pesona Rejo Jaya dari awal hingga mendapatkan predikat terbaik di Kalsel,” tuturnya.

Dikatakannya, untuk operasional TPS, pihaknya memanfaatkan iuran dari masyarakat. Selain itu, juga dapat tambahan dari penjualan kardus, besi dan aluminium. “Ke depan kita akan menjalin kerjasama dengan pihak Indocement, dan reduce akan kami press. Mudah-mudahan berjalan lancar dan sampah kita akan dibeli oleh Indocement,” terangnya.

Baca Juga :   Diduga Kuasai 17,19 Gram Sabu dan 48 Butir Ekstasi, Heri Terancam Dibui

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru H Adi Noryanto menjelaskan, di Kotabaru ada tiga TPS3R yaitu Tegalrejo, Sungai Taib, dan Sidomulyo. “Yang diikutkan lomba adalah Tegalrejo dan Sidomulyo. Alhamdulillah, TPS3R Tegalrejo berhasil meraih penghargaan  operasional TPS3R itu,” ucapnya.

Menurut Adi, yang menjadikan mereka  meraih penghargaan ini yaitu dalam pengelolaan sampah secara mandiri dari sampah masyarakat hingga ke tempat pembuangan akhir. Sehingga campur tangan dari pihak pemerintah hampir tidak ada lagi. “TPS3R Rejo Lestari ini melayani hampir melayani 500 KK, sedangkan untuk sampah yang mereka kumpulkan per harinya mencapai 1-1,5 ton,” terangnya.

Baca Juga :   Tak Ada Laporan Penggunaan Uang Desa Ratusan Juta, Masyarakat Minta Kades Sungai Kupang Bertanggungjawab

Saat ini, kata Adi, peran pemerintah dari pihak Kementerian yaitu adanya kucuran dana sebesar Rp 600 juta yang dialokasikan untuk bangunan fisik dan juga infrastruktur lainnya.

Sedangkan peran pemerintah daerah berupa supervisi. “Tahun depan kita juga menganggarkan Rp 100 juta untuk mereka, dan akan kita tanya mereka perlunya apa dengan dana tersebut dan akan kita belikan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.