Percobaan Penculikan Anak di Banjarmasin Kembali Terjadi?

KabarKalimantan, Banjarmasin – Percobaan penculikan anak di wilayah Banjarmasin Utara kembali terjadi, Kamis (9/12/2021).

Sebelumnya, peristiwa yang membuat para orang tua was-was untuk membiarkan anaknya bermain di luar rumah juga terjadi tempo hari lalu.

Bacaan Lainnya

Kali ini, percobaan penculikan itu dialami GR, anak berusia 8 tahun, warga Banjarmasin Utara yang bersekolah di MI Sungai Andai. Ia hendak dibawa orang tak dikenal saat pulang sekolah yang mengatakan orangtuanya tak bisa menjemput.

Dari kerterangan Kiki, staf tata usaha sekolah memberi klarifikasi perihal hebohnya pesan berantai tersebut. “Saya tidak berani mengatakan itu percobaan penculikan atau tidak, intinya semua orangtua patut waspada,” katanya.

Kronologi kejadian tersebut bermula pada Kamis (9/12/2021), sekitar pukul 11.00 Wita di jam pulang sekolah, seorang wanita yang mengenakan jaket ojek online datang ke MI Istiqlal.

Baca Juga :   Program Pendidikan Anti Korupsi untuk Murid PAUD Dinilai Kurang Tepat

Wanita ini mendatangi ruang tata usaha dan mengaku ingin menjemput siswa bernama Ali dengan alasan si orang tua sedang sakit dan tak bisa menjemput anaknya.

Saat Kiki menanyakan kelas berapa si murid tersebut, wanita itu tidak bisa menjawabnya. Wanita tersebut juga menunjukkan foto Ali ke Kiki, namun guru itu tak terlalu memperhatikan jelas foto si murid lantaran layar handphonenya gelap.

Kiki mengatakan, memang ada siswa bernama Ali di kelas 2. Ia lantas mengarahkan kepada wali kelas Ali, Nurmi.

Hal mengejutkan justru dikatakan Nurmi, lantaran hari itu Ali tidak masuk kelas. Jadi tidak mungkin orangtuanya mengutus seseorang untuk menjemput.

Wanita itu pun langsung pergi setelah tidak berhasil membawa pulang murid yang bernama Ali yang kebetulan hari itu Ali giliran tidak masuk.

“Tapi sekali lagi, saya tidak berani juga mengatakan kalau dia mencoba melakukan penculikan. Jangan-jangan dia memang benar dari ojek online yang diminta menjemput siswa bernama Ali, tapi salah sekolah, kan di Sungai Andai sekolah banyak,” terang Kiki.

Baca Juga :   Puluhan Gerobak PKL Dipindah dari DPRD Banjarmasin, Kenapa?

Sementara itu, Diana orang tua Ali yang berada kawasan Padat Karya Komplek Purnama, Banjarmasin Utara langsung lemas, kala diberitahu Nurmi, sang wali kelas perihal ada wanita yang mengaku mau menjemput anaknya di sekolah.

“Saya sangat khawatir kala itu, takut kalau memang benar anak saya diincar orang, lebih-lebih beberapa waktu terakhir saya mendengar kabar berita tentang adanya dugaan penculikan anak di Banjarmasin,” kata Diana.

Tak cuma satu, dua berita sekaligus masuk ke Whatsapp Diana dalam sepekan ini.

“Saya langsung minta guru kalau misal saya telat menjemput anak, tolong dijagain, dibawa ke kantor kalau perlu,” pinta Diana.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Andai Aipda Andri S mendatangi kediaman Diana dan Ali pun mencatat semua informasi terkait kejadian ini.

“Sesuai instruksi atasan, kami langsung mendatangi warga untuk menggali informasi,” terangnya.

Dilanjutkan Aipda Andri, kunjungan ini juga merupakan respon cepat atas keresahan masyarakat terkait berita yang beredar, tentunya ini merupakan PR Polsek Banjarmasin Utara, mengingat dua kejadian dugaan percobaan penculikan ini terjadi di kawasan tersebut dalam kurun waktu yang berdekatan.

Baca Juga :   Banjarmasin Raih Kota Terbaik Kedu JDHIN

Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Indra Agung Perdana Putra SIK dikonfirmasi terkait kejadian ini pun turut waspada atas kejadian dugaan percobaan penculikan di Banjarmasin Utara.

“Untuk yang di Alalak Utara, sementara masih dalam proses penyelidikan, masih mengumpulkan informasi dan saksi-saksi, juga mengecek CCTV. Kami juga sudah membentuk tim investigasi dan pencari fakta untuk memecahkan kasus ini,” terangnya.

Maraknya informasi terkait dugaan percobaan penculikan anak di internet, saya meminta semua pihak untuk berkoordinasi.

“Kami harapkan pihak-pihak sekolah, kepsek, para pengajar, orang tua/wali murid di rumah, berhati-hati dan waspada, diberi pesan supaya anaknya tidak mudah diantar jemput orang yang tidak dikenal, kecuali si anak itu kenal dengan keluarga atau orang yang diminta menjemput dia,” lanjutnya.

Muhammad Ryan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.