Menjadi Pribadi yang Mandiri dan Terus Maju

LANGKAH awal meningkatkan kualitas pribadi adalah memahami diri dan menyadari siapa diri kita ini. Kesadaran diri adalah salah satu bentuk kecakapan dan ketrampilan. Contoh kesadaran diri sebagai individu sebagai seorang hamba Tuhan, pelajar dan satu-satunya makhluk mulia. Kesadaran diri sebagai anggota komunitas sosial misalnya seorang anak anggota masyarakat, kelompok teman akrab, masyarakat luas dan warga negara.

Sebagai individu, kita memiliki tanggung jawab, peran dan hak-hak sebagaimana anggota yang lainnya. Namun pertanggungjawabannya justru secara mandiri (orang per orang). Kita harus punya visi misi dan sasaran, kepribadian remaja dan penuh ketergantungan bakal menjadi sumber masalah baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.

Sungguh kita tidak membutuhkan pribadi seperti ini, pribadi mandiri adalah hasil belajar dan latihan, yakni dimulai dengan membangun visi dan misi. Visi yang jelas adalah wawasan (cara pandang) yang menjadi sumber arah dan gerak atau pandangan jauh ke depan, kemana diri kita akan dibawa dan dikembangkan.

Visi merupakan gambaran masa depan yang di inginkan seseorang atas dirinya secara utuh. Misalnya ingin menjadi fisikiawan yang unggul dalam akhlak dan keimanan. Misi yang mantap adalah sikap dan tindakan untuk mewujudkan visi kedalam bentuk kegiatan dan tingkah laku. Misalnya untuk mewujudkan visi harus senantiasa memiliki misi.

Sasaran adalah penjabaran dari kedalam bentuk “target antara” dan langkah-langkah kecil yang operasional agar mudah dilaksanakan. Sasaran dapat dirumuskan dalam bentuk program kegiatan yang lebih khusus/kecil dalam rentang waktu yang lebih singkat 6 bulan atau 1 tahun sampai dengan 3 tahun mendatang.

Kata kunci dari sasaran adalah “peningkatan” baik peningkatan frekuensi, produktivitas, efesiensi, efektifitas maupun kualitas. Pribadi cakap mengambil keputusan setiap saat selalu dituntut untuk membuat keputusan. Baik keputusan untuk skala pribadi, keluarga, lingkungan sosial, maupun organisasi atau perusahaan.

Apa yang harus Anda lakukan ketika harus membuat sebuah keputusan? Sebuah keputusan baik itu mendesak atau terencana harus mempunyai langkah-langkah mengumpulkan data atau informasi yang memadai, mengkaji sebab akibat dan prediksi ke depan, menemukan alternatif pemecahan masalah, menganalisa setiap alternatif, membuat keputusan dan melaksanakannya.

Jangan membuat keputusan ketika marah, tak ada keputusan bijak yang didasari emosi, marah, kecewa dan jengkel. Ungkapan perasaan semangat pikiran positif agar terbentuk pribadi yang mandiri optimis dan kreatif. Star your self (mulailah dari diri sendiri), start early (mulailah seawal mungkin).
Start small (mulailah dari yang kecil), start now (mulailah sekarang juga), be optimis (jadilah orang yang optimis), be proactive (jadilah orang yang proaktif, yaitu yang aktif memulai bukan hanya menunggu saja), be positif thinking (jadilah orang yang selalu berfikiran baik atau positif), just do it (lakukanlah, buktikan dengan tindakan nyata, jangan dipikir saja atau diucapkan saja), be patient (kendaraanmu adalah sabar, tetapi sabar aktif).

Orang yang memiliki pribadi yang berkarakter adalah orang-orang yang memiliki ciri berwawasan luas dengan cara menambah dan memperbaharuinya, tidak mudah berpuas diri, melatih terus kepekaan dan kesensitifan diri, dinamis dan terbuka, menggunakan waktu secara tepat dan optimal, selalu mengembangkan diri, reformatif dan visioner.

Pribadi yang berkarakter juga harus mengembangkan kemampuan memahami dan menilai sesuatu,demokrasi dan suka bermusyawarah,berusaha agar banyak memberi manfaat bukan memanfaatkan orang lain, berani mengambil resiko apapun dan suka mengembangkan tanggung jawab baru.

Pada dasarnya setiap orang mempunyai potensi kreativitas lebih banyak daripada yang biasa digunakannya. Kesanggupan untuk mencipta atau mencari pemecahan masalah masalah dengan jitu tidak terbatas pada bakat-bakat luar biasa saja, melainkan dimiliki oleh setiap orang yang bakatnya mungkin hanya rata-rata.

Motivasi berkaitan dengan belajar dan minat dari dalam diri sendiri maupun lingkungan. Jika sikap ini sudah dipupuk sejak dini maka dalam mengembangkan kreativitas tidaklah sulit. Merangsang kelancaran kelenturan dan keaslian dalam berfikir efektif merupakan sikap dan minat untuk bersibuk diri secara kreatif.

Oleh: Sugianto S.Pd
Guru IPS di SMP Negeri 1 Simpang Empat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *