Disaksikan Pihak Kemendagri, Batola-Tapin Sepakati Batas Wilayah

KabarKalimantan, Jakarta – Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormilliyani AS dan Bupati Tapin HM Arifin Arpan sepakat menandatangani batas wilayah masing-masing di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Bidang Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Kedua belah pihak menandatangani kesepakatan di hadapan Ditjen Bina Administrasi Kemendagri RI, Sugiarto, dan Kepala Bagian Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan (Kabagpem Provinsi Kalsel) Maman Suherman.
Bupati Noormilliyani sendiri dalam penandatanganan ini didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala (Kabagpim Setda Batola) Dahtiar Fajar.

Bacaan Lainnya

Batas wilayah antara Batola dan Tapin yang diselesaikan berada di Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Bakumpai. Sedangkan di sisi Tapin berada di Kecamatan Candi Laras Utara. Perbatasan wilayah antar kabupaten yang diselesaikan ada 61 Kilometer.

Baca Juga :   Said Akhmad: PAD Terbesar Kabupaten Kotabaru Masih Berasal dari Sektor Pajak Daerah

Batas wilayah Batola dimulai dari Desa Buas Buas, Desa Buas Buas Hilir, Desa Teluk Haur, Desa Batalas, Desa Sungai Salai, Desa Sungai Salai Hilir dan Desa Kaladan Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin dengan Desa Tabatan Baru, Desa Tabatan, Desa Rimbun Tulang, Desa Kuripan, Desa Jarenang, Desa Asia Baru, Desa Kabuau, Desa Jambu, Desa Jambu Baru Kecamatan Kuripan, Desa Balukung, Desa Banitan, Desa Murung Raya, Desa Banua Anyar, Kelurahan Lepasan, Desa Batik Kecamatan Bakumpai Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala.

Kesepakatan batas wilayah ini berdasarkan hasil kesepakatan pelacakan di lapangan dan kesepakatan di atas peta Rupabumi Indonesia Tahun 1999 berjumlah 39 Titik Koordinat (TK) dan Pilar Batas Utama (PBU).

Baca Juga :   Ketua MPR Sambangi Tukang Tambal Ban di Banjarmasin

Ditjen Bina Administrasi Kemendagri RI Sugiarto menyampaikan, penyelesaian batas wilayah antara Kabupaten Batola dan Tapin merupakan sebuah prestasi. Mengingat daerah lain ada yang sampai 30 tahun belum bisa menuntaskan bahkan ada yang sudah ditandatangani namun digugat kembali oleh pihak DPRD.

Sugiarto menyampaikan, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini maka proses penyusunan Permendagrinya akan lebih cepat, sehingga kepastian wilayah yang berujung pelayanan pada masyarakat bisa lebih maksimal.

“Dengan adanya batas wilayah definitif ini nantinya bisa segera dibentuk RT/RW dan disosialisasikan sehingga masing-masing kabupaten bisa maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Bupati Noormilliyani di hadapan Ditjen Ditjen Bina Administrasi Kemendagri RI Sugiarto beserta jajaran, Bupati Tapin HM Arifin Arpan dan Kabagpim Provinsi Kalsel Maman Suherman menyampaikan rasa syukur atas penandatanganan kesepakatan ini.

Baca Juga :   Yosef Benyamin Yembise Ajak Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kotabaru Olahraga Bersama

“Alhamdulillah, ini sangat penting dalam pengadministrasian wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kesepakatan ini tidak akan tercapai jika tidak ada kearifan dari kita semua,” ucap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini.

Bupati perempuan pertama di Kalsel ini juga menyampaikan jika nanti permendagri terkait batas wilayah dengan Tapin ini selesai maka batas wilayah Batola telah selesai.

Terpisah, Kabagpem Setda Batola, Dahtiar Fajar mengatakan, penandatanganan batas wilayah ini sebagai bentuk pelaksanaan ketentuan Pasal 401 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, dan/atau Hak Atas Tanah, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Batas Daerah Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.