Belajar Merencanakan Masa Depan

MASA depan seperti apa yang kita inginkan? Lima tahun lagi kita ingin jadi apa? Hal ini dapat menjawab tentang karier apa yang akan kita geluti nantinya. Pertanyaan sederhana, tetapi sering sekali kita sulit menjawabnya. Mungkin belum terpikirkan karena bagi kita hidup ini yang dijalani saja apa adanya. Namun begitu kah hidup yang kita inginkan?

Tentu kita pernah mendengar sebuah ungkapan,”semua yang ada saat ini dan akan datang dimulai dari mimpi”. Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya memiliki mimpi akan masa depan. Contohnya dulu Thomas Alfa Edison memimpikan betapa berartinya kalau di dunia ini ada penerangan (lampu). Lalu dia mulai merancang berbagai usaha sehingga dapat menciptakan lampu. Jadi kapan kita harus merencanakan karier?

Mempersiapkan masa depan karier bisa kita mulai dari sekarang. Pahami bahwa masa depan itu sendiri merupakan kehidupan.Apa yang kita lakukan adalah demi cita-cita, jadi masa depan itu muara dari semua yang kita lakukan dan yang menggerakkan kita untuk terus maju. Apa saja yang dapat dilakukan untuk merencanakan masa depan? Bangun motivasi, kenali potensi diri, rencanakan target karier dan evaluasi rencana karier kita.

Baca Juga :   Menerapkan Kedisiplinan dalam Kehidupan Sehari-hari

Motivasi bisa datang dari dalam atau luar diri kita, motivasi dari luar diri bisa datang dari orang tua, kakak, guru, pacar, teman atau tokoh yang kita idolakan. Namun motivasi dari dalam diri jauh lebih baik dan punya daya juang yang luar biasa. Kita bisa memulai dengan mengumpulkan banyak informasi mengenai objek cita-cita masa depan yang kita inginkan. Mulai belajar menyukai dan menekuninya dari sekarang sehingga kita mampu berkata,”hai ini tentang hidupku, jadi aku harus memperjuangkannya!”.

Kenali potensi diri sebab dengan mengenalinya kita bisa mulai memilih dan merencanakan cita-cita kita. Caranya dengan melihat diri kita apa yang kita senangi, bakat kita, dan aspek lainnya yang kita punya lalu mengasahnya sehingga menjadi lebih baik. Dilain sisi, hambatan-hambatan yang mungkin merintangi untuk mencapai cita-cita perlu juga kita pikirkan sehingga kita dapat mencarikan solusi secara cepat bagaimana mengatasi hambatan tersebut.

Baca Juga :   Bersyukur dengan Kekuatan dan Kelemahan Diri

Kita harus mulai mengambil keputusan mengenai cita-cita masa depan. Hal ini akan membantu kita untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Rencanakan masa depan yang kita tetapkan dapat berupa jangka pendek dan jangka panjang, jangka pendek bisa dalam rentang satu sampai lima tahun artinya dalam waktu satu sampai lima tahun ini kita ingin menjadi seperti apa. Sementara jangka panjang bisa berupa rencana kita dalam sepuluh tahun ke depan.

Bisa saja ditengah jalan kita menemukan hal-hal baru yang membuat kita ingin mengubah rencana masa depan kita. Makanya kita harus terus mengevaluasi rencana masa depan kita. Yang terpenting apa yang kita rencanakan sesuai dengan diri kita, memberikan dampak positif dan memungkinkan untuk kita capai. Jadi memiliki cita-cita masa depan sangat penting, apalagi yang penting di dunia ini yang dapat memandu kita untuk terus maju, selain memiliki cita-cita untuk masa depan.

George Kelly seorang ahli psikologi memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara ahli lain yang bernama Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Baca Juga :   Proses Terbentuknya Kepribadian Manusia

Secara umum ada dua faktor yang membentuk kepribadian yaitu faktor bawaan atau genetik dan faktor lingkungan. Kepribadian individu sangat tergantung oleh faktor bawaan pada saat individu tersebut belum dilahirkan ke dunia, yaitu yang diturunkan secara biologis oleh kedua orang tuanya. Sedangkan kepribadian yang ditentukan oleh faktor lingkungan termasuk didalamnya adalah pengalaman sosial dan perubahan lingkungan.

Orang yang memiliki kepribadian matang atau sehat mampu memiliki suatu perluasan diri artinya hidupnya tidak terikat sempit pada kebutuhan-kebutuhan dan kewajiban-kewajiban pokoknya. Salah satu aspek penting dari perluasan diri adalah proyeksi ke masa depan yaitu merencanakan dan mengharapkan hasil yang maksimal sesuai harapan.

Oleh: Santi Purwanti S.Pd
Guru IPS di SMP Negeri 9 Satui

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.