Hal yang Harus Diperhatikan agar Disiplin Belajar

DISIPLIN belajar adalah sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Disiplin belajar adalah membiasakan diri dalam menuntut ilmu dengan tugas belajar setiap saat dan tidak memaksakan untuk belajar sehari penuh tetapi dengan belajar sedikit demi sedikit.

Tujuan disiplin belajar adalah menjadikan peraturan yang ada disekolah sebagai pendukung untuk giat belajar dan bukan sebagai alat untuk mencambuk demi masa depan. Hal yang harus diperhatikan untuk disiplin belajar yaitu mengerti maksud dan tujuan memasuki suatu sekolah tidak hanya sekadar untuk diketahui oleh teman.

Sekolah bertujuan bekerja keras untuk mendapatkan ilmu dan bukan untuk hura-hura bersama teman-teman, belajar harus siap mental agar kelak bila ada sulitnya pelajaran sudah siap menerima kenyataan disekolah.Harus mengikuti segala peraturan dan benar-benar mengikuti pelajaran dengan kesungguhan hati, memiliki sopan santun terhadap guru orang tua keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :   Cara Mengatasi Kondisi Psikis yang Negatif

Waktu pembelajaran harus selalu disiplin pribadi dalam menghadapi pelajaran di sekolah, konsentrasi dalam menerima pelajaran di sekolah, setiap menyelesaikan pelajaran dan tugas-tugas rumah dengan waktu yang teratur dan terjadwal. Disiplin yang dimaksudkan disini bukanlah tata tertib di sekolah tetapi yang dimaksud disiplin di sini adalah sifat tanggungjawab dari siswa terhadap peraturan yang berlaku di sekolah.

Jika setiap siswa mempunyai disiplin maka dengan sendirinya tata tertib sekolah akan terjamin. Tujuan disiplin disekolah yaitu untuk mendorong siswa memperoleh kesinambungan antara kebutuhan untuk berdikari dan penghargaan terhadap hak-hak orang lain, sehingga dapat memperlancar dalam mencapai cita-cita.

Suatu usaha untuk memperkenalkan cara atau memberi pengalaman yang akhirnya membawa siswa kepada pemilikan suatu disiplin yang timbul dari dirinya sendiri. Agar suatu sekolah atau instansi pendidikan berjalan dengan lancar dan memenuhi fungsinya. Macam-macam disiplin di sekolah yaitu disiplin terhadap waktu, disiplin dalam belajar, disiplin dalam berpakaian, dan disiplin terhadap keadaan lingkungan sekolah.

Baca Juga :   Faktor yang Harus Diperhatikan dalam Motivasi Belajar

Sebelum bel masuk kelas siswa harus sudah ada disekolah jangan sampai terlambat, kalau terlambat terpaksa harus melapor kepada guru piket atau guru BK. Setiap pergantian pelajaran jangan sampai keluar masuk kelas karena alasan tertentu misalnya membasuh muka, ke belakang, ke toilet dan lain-lainnya. Ikuti semua pelajaran pada hari itu dari jam pertama sampai jam terakhir jangan sampai ada jam yang tidak kamu ikuti. Selalu perhatikan semua keterangan guru dengan baik.

Jangan suka bergurau atau berkata-kata yang tidak penting saat pelajaran berlangsung, kerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru dengan tertib, tenang, dan baik. Selalu ajukan pertanyaan dengan sopan dan baik apa bila belum jelas atau belum paham. Apabila kerja kelompok, hormati pendapat temanmu dan catat hal-hal penting dari semua penjelasan guru. Pakaian seragam sekolah lakukan dan pakailah sesuai ketentuan yang ada.

Baca Juga :   Dalam Proses Pembelajaran IPA Perlu Ditanamkan Keterampilan Berpikir Kritis

Selalu lah berpakaian lengkap dengan atribut-atributnya, sepatu dan kaos kaki sesuaikan dengan seragamnya, jaga kebersihan dan kerapiannya. Pakailah seragam olahraga sesuai dengan ketentuan sekolah, tidak usah membiasakan mencoret tembok atau meja kursi. Jagalah kebersihan kelas jangan membuang sampah dalam kelas atau jangan membuang sembarangan, jagalah selalu kebersihan halaman sekolah.

Apabila sekolah membawa sepeda maka tempatkanlah pada tempat yang sudah disediakan dengan rapi, biasakan mempergunakan peralatan yang ada di lingkungan sekolah sebagaimana mestinya dan sebagaimana fungsinya. Pada dasarnya disiplin sekolah dapat berjalan dengan baik apabila semua masyarakat sekolah sadar akan tangung jawab masing-masing. Dan tidak membiasakan diri saling menyuruh saling menyalahkan dan pada akhirnya semua lepas dari tanggung jawab padahal seharusnya semua wajib terlibat di dalamnya.

Oleh: Baroto S.Pd
Guru IPS di SMP Negeri 5 Satu Atap Satui

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.