2021, Rehabilitasi di BNNP Kalsel Cukup Meningkat

KabarKalimantan, Banjarmasin – Guna menekan angka penyalahgunaan Narkotika, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan rehabilitas terhadap para pecandu Narkotika.

Diketahui, jumlah pecandu narkoba di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menjalani rehabilitasi tahun 2021 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika di tahun sebelumnya, ada 390 pecandu rawat jalan dan 49 rawat inap yang direhabilitasi, hingga sembuh sebanyak 293 orang.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Jaringan Pengedar Zenith di Barabai Berhasil Diungkap Polres HSU

Tahun 2021, ada 483 orang rawat jalan dan 35 rawat inap, dengan jumlah 397 pecandu narkoba yang sembuh.

Hal itu dipaparkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel Brigjen Pol Drs Jackson Arisano Lapalonga saat press rilis akhir tahun, di kantor BNNP Kalsel, Banjarmasin, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga :   Tenda Pasar Ramadhan Tutupi Pintu Kantor Bawaslu Kalsel, Hamdi Tegur Disbudpar

Dikatakan, meningkatnya jumlah pecandu rehabilitasi di Kalsel, adalah salah satu keberhasilan dalam upaya mengurangi angka penyalahgunaan narkotika.

“Ini upaya menurunkan angka pengguna dengan rehabilitasi, dengan menekan pasar peredarannya. Walaupun kita sita barang yang banyak kalau pasarnya masih banyak, ya tidak seimbang,” ucapnya.

Jackson Arisano Lapalonga pun mengimbau bagi pecandu narkoba yang ingin sembuh agar jangan takut dan bisa datang langsung ke BNN untuk rehabilitasi. “Saya jamin yang datang tidak akan ditangkap, identitas kita rahasiakan. Biaya gratis untuk rawat jalan,” ujarnya

Baca Juga :   Tukang Service Elektronik Simpan Enam Paket Sabu

Selain soal rehabilitasi, BNNP Kalsel juga berhasil mengungkap barang bukti narkotika dengan jumlah yang lebih banyak dari tahun sebelumnya, yakni untuk tahun 2021 sebanyak 24 kilogram lebih narkotika jenis sabu dan 359 butir ekstasi dari 41 kasus dengan 68 tersangka.

Sedangkan 2020 sebanyak 3 kilogram lebih sabu dan 34 butir ekstasi dari 43 kasus dengan 99 tersangka.

Muhammad Ryan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.