Kejaksaan Negeri Barito Kuala Sampaikan Kinerja Tahunan

KabarKalimantan, Marabahan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Barito Kuala menggelar pres release terkait kinerja sepanjang tahun 2021, di Aula Kejari setempat, Kamis (29/12/2021).

Dalam pers release yang disampaikan langsung Kajari Barito Kuala Eben Neser Silalahi, kegiatan ini sebagai pertanggungjawaban Kejaksaan Negeri Barito Kuala kepada masyarakat.

Dengan uraian seperti kegiatan bidang pidana umum, diantaranya jumlah SPDP 227 tahap 1 (198), P21 (193), tahap II sebanyak (198) dan eksekusi (164). Sementara untuk bidang pengelolaan barang bukti dan barang rampasan diantaranya, pemeliharaan barang bukti telah dilakukan selama 1 tahun sebanyak 75 barang bukti yang bernilai ekonomis yaitu kendaraan bermotor, sepeda dan perangkat komputer.

Untuk penyelesaian barang bukti dan barang rampasan telah dilakukan lelang langsung selama 1 tahun sebanyak 2 kali yaitu pada 4 Mei 2021 dan pada 21 Oktober 2021.

Baca Juga :   Heboh, Temuan Mayat Gegerkan Warga Banua Anyar

Dari kegiatan tersebut, Bidang PB3R telah menyetorkan kepada negara melalui bendahara penerimaan sebanyak Rp 53.580.000.

Sedangkan untuk pemusnahan barang bukti/barang rampasan telah dilakukan sebanyak 1 kali pada 24 Maret 2021, yakni berupa barang barang yang dirampas untuk dimusnahkan sebagaimana dalam putusan pengadilan negeri yang telah inkracht.

“Barbuk yang dimusnahkan yaitu narkotika jenis sabu sebanyak 82,53 gram, narkotika jenis psikotropika sebanyak 1.092 butir, handphone sebanyak 24 buah, senjata tajam sebanyak 11 buah, obat obatan sebanyak 632 botol, obat keras dan 50,280 butir obat keras minuman keras (miras) sebanyak 112 botol,” katanya.

Sementara itu, untuk barang rampasan berdasarkan putusan pengadilan negeri yang telah berkekuatan hukum tetap dari perkara narkotika dan perkara lainya, uang rampasan telah disetorkan kepada negara melalui bendahara penerimaan sebanyak Rp 11.110.000.

Baca Juga :   Jual Sabu, Polisi Ringkus Nurdin di Rumah

Eben Neser juga menyampaikan, untuk bidang intelijen seperti presentase penyerapan anggaran bidang intelejen 95,26 persen, pencegahan dan pencekalan WNI maupun WNA 2 orang, pengawasan aliran kepercayaan masyarakat dan aliran keagamaan 1 aliran, penelusuran asset (asset tracking) perkara pidana 2 kegiatan,dan LID yang ditingkatkan ke PIDSUS 2.

Kemudian juga bidang perdata dan tata usaha negara, pemulihan keuangan negara seperti pada Dinas Pertanian TPH (9 SKK) total yang dipulihkan sebesar Rp 63.710.000 dari Rp.610.032.500.

“Sedangkan untuk pendampingan hukum ada terdapat 6 SKPD seperti , Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 5 kegiatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan 1 kegiatan, Dinas PUPR 13 kegiatan, Dinas Pendidikan 21 kegiatan, Dinas lingkungan Hidup 2 kegiatan dan Dinas Kesehatan ada 1 kegiatan,” paparnya.

Baca Juga :   Pondok Party Pasar Lama "Berdarah", Seorang Remaja Jadi Korban Pekelahian

Sementara itu, untuk bidang tindak pidana khusus diantaranya penyelidikan tindak pidana korupsi 1, penyidikan tindak pidana korupsi 2, penuntutan tindak pidana korupsi dari kejaksaan 1. Untuk penerimaan negara bukan pajak PNBP yang dicapai kejaksaan negeri Barito Kuala pada tahun 2021 sebesar Rp 341.576.000.

Dari paparan yang telah disampaikannya, Eben Neser mengatakan, untuk kedepanya akan masih banyak tantangan yang lebih sulit untuk dihadapi pihaknya, seperti keberlangsungan pembangunan yang berkesinambungan dan keadaan
perekonomian Kabupaten Barito Kuala serta iklim investasi yang harus tetap stabil.

“Dari penilaian masyarakat terhadap Kejaksaan Negeri Barito Kuala terhadap tindak pidana korupsi masih dinilai belum baik. Oleh karena itu tantangan tersebut akan kami respon dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.