Ming. Agu 9th, 2020

2022, Jejangkit Ecopark Ditarget Sudah Dapat Dimanfaatkan

2 min read

KabarKalimantan, Marabahan – Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS melakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan taman ekologi di lokasi bekas venue pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 di Desa Jejangkit, Kamis (9/7/2020).

Groundbreaking sendiri ditandai dengan penekanan tombol sirine dari Bupati Hj Noormiliyani AS disaksikan Pj Sekda H Abdul Manaf, Kadis PUPR H Saberi Thanoor, para kepala SKPD terkait, Camat Jejangkit Mujiburrahman, para kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pembangunan Jejangkit Ecopark itu juga ditandai dengan penggarapan lahan perdana menggunakan eskavator secara simbolis di hadapan Bupati, Pj Sekda, pejabat SKPD terkait, dan berbagai lapisan masyarakat.

“Kita berharap, pembangunan Jejangkit Ecopark ini akan mampu mendorong laju peningkatan dan perkembangan ekonomi, sosial, budaya dan pariwisata, khususnya di Kabupaten Barito Kuala,” ucap Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

Ia menjelaskan, visi dan misi Pemkab Batola bertujuan menjaga dan memelihara, memajukan wilayah berupa penciptaan pemerintahan yang baik, aset masyarakat yang teroganisir, lingkungan terbangun, keunikan kehidupan budaya, sumber daya alam yang terpelihara, serta lingkungan dan kualitas prasarana wilayah yang memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karenanya, ia berharap pengembangan kawasan Jejangkit Ecopark mampu melanjutkan cita-cita dan harapan adanya lahan untuk wisata edukasi pertanian yang menarik minat masyarakat sekitar dalam bidang pertanian, serta membuka lapangan pekerjaan baru dalam meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat sekitar.

Pembangunan Jejangkit Ecopark, lanjut Noormiliyani, selaras dengan penataan ruang Kabupaten Batola yang bertujuan mewujudkan ruang wilayah aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan dengan mengembangkan potensi daerah dengan beberapa kibijakan, seperti pengembangan prasarana wilayah, pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup, menambah luasan RTH, dan pengembangan kawasan strategis.

“Oleh karenanya, usai keberadaannya diharapkan ada kerjasama yang baik antar SKPD terkait dalam mewujudkan pembangunan mulai dari tahap pematangan lahan, pembangunan prasarana dan sarana serta pengelolaan tempaat wisata maupun promosinya,” ucapnya.

Terpisah, Kadis PUPR Batola H Saberi Thanoor menerangkan, konsep perencanaan Jejangkit Ecopark mengutamakan nilai-nilai edukasi pertanian pada setiap unsur, serta konsep pembangunan kawasan hijau yang berkelanjutan dengan beberapa fasilitas pendukung yang selaras dengan kawasan sekitar.

Dijelaskannya, pembangunan Jejangkit Ecopark terbagi dua, di antaranya segmen pertama di lokasi bekas tempat parkir HPS seluas 22.429 meter persegi direncanakan dibuat tempat parkir pengunjung, pusat kuliner dan souvenir.

“Dari lokasi ini, nantinya pengunjung akan diantar menggunakan kendaraan khusus non BBM ke lokasi pusat Jejangkit Ecopark yang berjarak sekitar 1,8 kilometer,” jelasnya.

Sedangkan segmen kedua, lanjutnya, berada di lahan bekas venue pelaksanaan HPS seluas 28.526 meter persegi akan dibangun kantor pengelola, gedung serba guna dan mushalla, open hall dan amphi theater mini, glass house, area wahana wisata air, play ground, pemancingan, taman labirin, area mini farm dan mini zoo, camping ground, area pohon harapan, dan kios-kios jajanan penunjang.

Saberi menambahkan, pembangunan Jejangkit Ecopark yang diperkirakan menelan biaya Rp 20 miliar ini pada 2020 akan dilakukan pematangan lahan tahap satu, dan pada 2021 penyelesaian pematangan lahan dan dilanjutkan memulai pembangunan fisik prasarana dan sarana, serta pada 2022 dilanjutkan pembangunan fisik fasilitas lainnya.

“Insya Allah, tahun 2022 sudah dilaksanakan pembukaan dan sudah mulai dapat dikunjungi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Mahmud Shalihin
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.