Perkelahian Berdarah di Usia Setahun Jembatan Gerilya

KabarKalimantan, Banjarmasin – Baru genap berusia satu tahun, Jembatan Gerilya yang membentang di atas Sungai Kelayan, Banjarmasin terjadi tragedi berdarah.

Perkelahian berdarah tersebut terjadi tepat di atas jembatan yang diresmikan pada 30 Desember 2020 tersebut.

Usut punya usut, rupanya tidak hanya kali ini saja perilaku negatif yang terjadi di jembatan yang diresmikan operasionalnya oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina tersebut.

Anang, salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut mengaku sangat menyayangkan bahwa fasilitas penyeberangan yang menghubungkan Jalan Kelayan A dan Jalan Kelayan B itu dijadikan lokasi ngelem dan mabuk-mabukan oleh ABG (Anak Baru Gede).

“Terutama bagian kolong jembatan yang ada tamannya, itu sering dipakai anak-anak ngelem,” ungkap pria berusia 51 tahun itu.

Baca Juga :   Sedekah Beras Banjarmasin, Rutinkan Sedekah Beras di Jumat Berkah

Karena itu, Anang berharap agar pemerintah bisa menindaklanjuti perilaku yang merugikan masyarakat sekitar tersebut. “Karena kita tidak bisa memungkiri kalau keributan yang sering terjadi di sekitar jembatan ini akibat pengaruh mabuk-mabukan atau ngelem,” ujarnya.

Bahkan, ia berharap, kolong Jembatan Gerilya ini ditutup saja pakai beton, seperti di Jembatan HKSN atau Jembatan Alalak. “Kalau bisa Pemerintah Kota Banjarmasin juga dapat memberi lampu penerangan di kawasan jembatan itu,” ucapnya.

 

Pasalnya, lampu jalan di atas jembatan itu dianggap warga masih remang-remang. Sehingga tak menjadikan para ABG di sana tak malu kalau melakukan hal-hal negatif sekitar jembatan

Baca Juga :   Bakal Diganti Macrocell, 200 BTS Segera Dirobohkan di Banjarmasin

“Kalau terang mereka pasti malu,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin Akhmad Muzaiyin mengakui, kawasan Jembatan Gerilya tersebut memang kerap dijadikan sebagai lokasi ngelem oleh sebagian ABG.

Bahkan ia mengaku, pihaknya pernah mendapat beberapa laporan dan pernah mendatangi kawasan tersebut untuk membubarkan orang-orang yang berkumpul.

“Kita sudah sering juga datang ke sana untuk membubarkan anak muda kumpul-kumpul, bahkan ada yang ngelem juga. Bahkan sama pak RT juga ada yang melapor, saat pertemuan dengan pejabat wali kota sebelumnya,” ungkapnya.

Meski sudah ditindaklanjuti beberapa kali, namun Muzayin menilai, bahwa pihaknya tak bisa rutin melakukan pengawasan di wilayah itu. “Memang tidak bisa rutin setiap hari ke sana. Tapi jika informasi seperti ini marak lagi, kami coba pantau lagi ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :   Uang Rampokan Bank Mandiri Dikira Hasil Jualan Tanah

Ditanya apakah sudah ada koordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengawasan di wilayah jembatan? Muzaiyin mengaku sudah melakukannya. “Pada saat pertemuan dengan pak wali, kami sudah koordinasi. Cuma kejadian ini akan kami pantau lagi ke sana,” ujarnya.

Ia pun mengaku, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia pun berharap agar seluruh warga, serta tokoh masyarakat dapat melaporkan kepada Satpol PP jika adanya indikasi kerumunan serta kerusuhan.

“Kami Satpol PP, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas siap saja menindaklanjuti laporan warga yang ada di sana,” tutupnya.

Muhammad Ryan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.