Simak Jalannya Rekonstruksi Pembunuhan di Atas Jembatan Gerilya

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dua remaja MI (16), dan M Amin (20), tersangka penganiayaan di atas Jembatan Gerilya yang menyebabkan korbannya meninggal dunia menjalani rekonstruksi di Halaman Mapolsekta Banjarmasin Selatan, Kamis (6/1/2021), sekitar pukul 13.00 Wita.

Dalam rekonstruksi itu, kedua tersangka memperagakan reka adegan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang mana korbannya bernama Erwin (24), warga Jalan Kelayan A, Gang Indonesia Indah Banjarmasin Selatan.

Rekonstruksi itu dipimpin oleh Kapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol Yopie Andrie Haryono, pengacara kedua tersangka, dan Bapas Banjarmasin, serta dihadiri oleh saksi yang melihat kejadian ini secara pasti.

Saat itu, kedua tersangka ini di seberang jalan bersama beberapa orang rekannya sedang nongkrong. Kemudian ada saksi Nadia Ananda Putri bersama saksi Damayanti, sedang berjalan kaki menuntun sepeda motor yang mereka pakai karena kehabisan BBM dari arah Jalan Kelayan A, menuju ke atas Jembatan Gerilya.

Baca Juga :   Ribuan Butir Zenith Disita Polsek Paringin

Selanjutnya, tersangka M Amin dan temannya Rizky Aldianor alias Erpa, membantu kedua saksi mendorong sepeda motor yang mogok tersebut naik Jembatan Gerilya. Saat sudah di atas jembatan, tersangka Amin memegang pantat saksi Nadia, sehingga saksi Nadia sempat marah.

Tak terima dengan perlakuan tersangka, Nadia pun menghubungi adiknya melalui telepon seluler, namun tidak dijawab.

Selanjutnya, kedua saksi kembali mendorong sepeda motor ke seberang jalan dengan maksud untuk menjauh dari para TSK. Lalu, saksi Nadia kembali menghubungi adiknya. Tak berapa lama lewat korban dari arah Jalan Kelayan B, naik ke Jembatan Gerilya sendirian naik sepeda motor, waktu itu korban ada melihat saksi Nadia.

Korban pun langsung berhenti, dan turun dari sepeda motornya. Lalu korban mendatangi kedua saksi. Saat itu saksi Nadia berkata kepada korban bahwa motor mereka kehabisan BBM, dan menceritakan perihal pelecehan sambil menunjuk ke arah tersangka Amin. Lalu korban berjalan kaki mendatangi tersangka Amin ke seberang jalan.

Baca Juga :   Hebat, Jajaran Polsek Bantim Berhasil Ringkus Pelaku Pengeroyokan Riza

Korban pun mencengkram bagian depan kerah baju jaket hitam yang dipakai tersangka Amin. Saat itu saksi Nadia juga mendatangi tersangka Amin dan memukul wajah Amin dengan tangan kosong.

Selanjutnya, korban juga hendak memukul Amin namun dilerai oleh saksi Nadia. Lalu korban bersama Nadia menjauh dari tersangka Amin dengan menyeberang jalan lagi.

“Pada saat korban menyebrang jalan itulah kedua tersangka mendatangi korban, dan tersangka MJ langsung mengambil satu bilah pisau dari kantong depan jaket switer yang dipakainya. Lalu pisau tersebut ditundukkannya dari arah belakang samping kanan pinggang korban sebanyak satu kali.

Spontan, korban pun berbalik badan dan langsung mengejar kedua tersangka dan berhasil menangkap tersangka M Amin dengan mencengkram bagian belakang kerah baju dipakai tersangka M Amin.

Baca Juga :   Ditikam Tiba-tiba, Warga Kelayan B Sekarat dengan Tujuh Mata Luka

Lalu tersangka M Amin berbalik badan dan saat itu dipukul oleh korban satu kali ke bagian wajah hingga terjatuh ke jalan. Saat terjatuh itulah, tersangka langsung mengambil pisau yang ia simpan di saku jaket bagian tengah dan menusuk bagian perut korban, dan bagian tubuh lainnya.

Saat itu, tersangka MI yang berdiri tidak jauh dari posisi tersangka Amin langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah Banjarmasin. Sesampainya di RS, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol Yopie Andrie Haryono mengatakan, rekonstruksi ini memperlihatkan kejadian yang sebenarnya, apa yang terjadi di TKP, berdasarkan pemeriksaan saksi dan tersangka.

“Kedua tersangka akan dijerat Pasal 338 Sub 170 Ayat (2) KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian seseorang,” katanya.

Muhammad Ryan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.