Beberapa Jurus Memupus Jenuh

KESAMPINGKAN semua rutinitas cobalah untuk bersantai dengan memanjakan diri sendiri, cobalah bersosialisasi bertemu dengan teman lama. Ada beberapa jurus memupus jenuh yang bisa dilakukan yaitu ekspresikan diri, cari tempat dan waktu untuk menenangkan diri dan mulailah mengekspresikan diri. Bisa dengan menulis jurnal atau sekedar coret-coret dibuku yang sudah disiapkan untuk mencurahkan unek-unek.

Mulailah dari hal yang paling sederhana tulislah dengan jujur tentang diri sendiri, apa yang diinginkan dan diharapakan, semua rencana masa depan dan hal yang ingin diwujudkan. Tentang kutipan kata-kata mutiara,puisi,buku dan CD musik favoritmu. Terus bergerak karena dengan terus bergerak akan memberi banyak keuntungan, bukan saja untuk fisik tapi juga emosi kita. Berjalan adalah salah satu bentuk latihan yang paling mudah. Bisa dilakukan dengan teman, sendirian, atau mengikuti klub olahraga.

Mainkan musik sebagai makanan jiwa, sebab musik diyakini mampu menyeimbangkan emosi. Tertawalah secara lepas dengan cara putarlah video lucu, cobalah sesantai mungkin dan biarkan kita tertawa lepas bersama banyolan konyol si pelawak. Selektif dalam memilih makanan sebab ada jenis makanan tertentu yang justru memicu stress,rasa jenuh dan emosional.Seperti rendah lemak atau tinggi karbohidrat (popcorn, kue bagel, biscuit beras).

Baca Juga :   Kiat Sukses Hidup Bermasyarakat

Cobalah jenis makanan yang berkarbohidrat kompleks seperti roti gandum, pasta, buah-buahan, yang memberi energi lebih sepanjang hari. Jangan lupa bahwa cara makan yang benar adalah salah satu dasar menjaga kesehatan sendiri. Nikmati kesendirian anda dengan cara tentukan ruang dalam rumah, tempat dimana kita bisa menikmati semua aktifitas secara pribadi. Cobalah mencari kesibukan membaca novel cinta, membuka surat-surat lama atau apa saja yang tidak mungkin dilakukan saat sibuk.

Hubungi teman atau kenalan lama siapa tahu kita memiliki hutang janji dengan seorang teman lama. Sekaranglah saatnya kita memiliki waktu luang, cobalah kontak dia dan buatlah percakapan yang menarik dengannya, pasti akan terasa indah membongkar kembali kenangan manis masa lalu. Tekuni hobi dan lakukan hobi yang sudah lama tidak dilakukan seperti melukis, membuat desain, dan miniatur atau yang lain.

Baca Juga :   Cara Belajar yang Efektif dan Menyenangkan

Saat beranjak dewasa kadang orang sudah mulai melupakan hobi dan menguburnya dalam-dalam, demikian juga dengan permainan masa kecil. cobalah melakukannya sesekali dengan memainkan permainan masa kecil. Cobalah terapi air,nikmati saat-saat sepi di rumah dengan terapi air. Nyalakan shower isi bathtub dengan kemewahan busa sabun yang berlimpah, tambah dengan aroma terapi favoritmu dan coba berendam santai, biarkan semua jenuh dan keletihanmu terbasuh air.

Lakukan meditasi, siapkan 20 menit untuk lari dari aktifitas rutin. Cobalah duduk atau berbaring untuk menenangkan diri dengan cara bermeditasi. Cari ruang dan tempat yang sesuai untuk meditasi karena meditasi mampu menenangkan tekanan darah sekaligus membantu mereduksi tingkat tekanan kejenuhan. Meditasi atau berdoa akan membawa kita ke sisi spiritual, sebuah metode efektif relaksasi.

Baca Juga :   Kesuksesan Pembelajaran Daring Tergantung pada Kedisiplinan Semua Pihak

Cara mudah dan paling murah menghilangkan jenuh adalah tidur. Carilah tempat yang nyaman dan cobalah tidur sejenak dalam 20 menit untuk menambah energi yang terkuras setelah aktifitas yang dimulai sejak dini hari. Survei menunjukkan bahwa istirahat dengan tidur sejenak selama 20-30 menit pada siang hari memberi keuntungan kesehatan ekstra dibanding mereka yang tidak melakukannya sama sekali. Pilih waktu yang tepat dan jangan terlalu sore, karena akan mengganggu tidur malammu.

Cobalah melakukan kegiatan diluar rumah meskipun hanya sebentar untuk merubah suasana emosi.Berjalan-jalan dan menikmati sinar matahari pagi hari bisa mengganti energi kita yang mulai menipis. Jadwalkan waktu anda saat kita merasa mudah gelisah dan kehilangan konsentrasi. Cobalah membuat ulang jadwal kegiatan kita sehari-hari agar lebih variatif dan tidak membosankan.

Oleh: Syaiful Bahri, S.P
Guru IPA di SMP Negeri 4 Satui

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.