Diduga Adanya Keterlibatan Pemerintahan Desa, Polemik Lahan Plasma Sawit Desa Kolam Kanan Semakin Memanas

KabarKalimantan, Marabahan – Penanganan kasus petani plasma kelapa sawit di Desa Kolam Kanan, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala yang sampai saat ini belum tuntas nampaknya membuat kondisi semakin memanas.

Hal itu dipicu dengan adanya kegiatan pemanenan dan perusakan portal yang dibuat petani oleh pihak perusahaan perkebunan PT Agri Bumi Sentosa (ABS).

Padahal perkara plasma kelapa sawit itu saat ini masih ditangani pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Barito Kuala dan sudah ke tingkat penyidikan.

Baca Juga :   Komplek Bakumpai Permai Dijaga Petugas PPKM

Karena pihak perusahaan telah melakukan panen dan perusakan portal di kebun milik petani tersebut, sehingga awal pekan tadi puluhan petani mendatangi Kantor KUD Jaya Utama.
Mereka meminta berita acara pertemuan KUD Jaya Utama dengan kelompok tani Desa Kolam Kanan.

Pertemuan antara KUD Jaya Utama dengan petani menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya KUD Jaya Utama akan berkordinasi dengan perwakilan kelompok tani Desa Kolam Kanan, KUD Jaya Utama akan melepaskan 120 hektar lahan yang dikelola kelompok tani, dan kemudian sisa lahan yang dikelola kelompok tani dengan luasan kurang lebih 140 hektare tetap menjadi tanggung jawab KUD Jaya Utama untuk dikelola PT ABS.

Baca Juga :   Noormiliyani Tinjau Pembangunan GOR Bertaraf Internasional

Salah seorang anggota kelompok tani, Sumarji menerangkan, dengan adanya surat kesepakatan yang dibuat KUD Jaya Utama, semua anggota kelompok tani kembali bisa melakukan panen di lahan mereka seperti semula.

Baca Juga :   Launching Aplikasi Siswakeudes, Bupati Tekankan Beberapa Hal

“Kami berharap pemerintah desa tidak mengambil keputusan untuk mengizinkan pihak perusaahan melakukan panen sawit di lahan mereka,” ucapnya.

Ketua KUD Jaya Utama Sunardi saat dikonfirmasi via telpon sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan, ia beralasan masih sibuk. Begitu juga dengan Kepala Desa Kolam Kanan Endang Sudrajat yang tidak memberikan jawaban.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.