MoU Antara BUMDes Kolam Kanan dengan PT ABS Menuai Kontra

KabarKalimantan, Marabahan – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melaksanakan penandatanganan kerjasama yang dituangkan dalam MoU dengan PT Agri Bumi Sentosa (ABS).

Penandatanganan MoU antara kedua belah pihak tersebut dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Barito Kuala Kamis (13/1/2022) itu turut disaksikan Kadis Perkebunan dan Peternakan Batola, Ketua KUD Jaya Utama, Area Manager Operasional PT ABS dan Kejari Batola.

Kerjasama yang disepakati kedua belah pihak meliputi, pihak pertama dalam hal ini PT ABS bersedia memberikan pekerjaan kepada pihak kedua yaitu Kepala Desa Kolam Kanan, selama satu tahun sesuai ketentuan dan akan diperpanjang di tahun berikutnya sesuai evaluasi dari masing masing pihak.

Kemudian, pihak kedua menerima pekerjaan meliputi angkut tandan buah segar (TBS) tunas pokok panen, dan gwang manual. Selanjutnya ada dituangkan dalam bentuk SPK (Surat perjanjian kerja).

Pihak kedua menunjuk atau melimpahkan pekerjaan tersebut kepada BUMDes Adil Sejahtera sebagai pelaksana pekerjaan. Kemudian, pihak pertama dan pihak kedua sepakat untuk segera melakukan kegiatan paling lambat satu pekan terhitung sejak kesepakatan kerjasama dilaksanakan.

Baca Juga :   Gelaran Lomba Balogo di Batola Mendapat Applause dari Tim Balogo Kotabaru

Kades Kolam Kanan Endang Sudrajat mengatakan, keuntungan dari kerjasama bisa diambil untuk bersama dan bukan untuk keuntungan di rakyat saja, tapi seluruh masyarakat Wanaraya.

“Kalau cuma mengandalkan dana desa saja tidak bisa jadi apa-apa tanpa adanya investasi. Dalam hal ini ada investasi dari PT ABS, kenapa kita harus tutup mata. Jika ada pergerakan-pergerakan di luar BUMDes tidak akan diizinkan. Karena semua harus melalui BUMDes,” ucapnya.

Sementara itu, Area Manager Operasional PT ABS Adi Yunipriatmo menerangkan, kesepakatan kerjasama meliputi perawatan tanaman, panen dan transport sebagai bentuk kerjasama operasional di lapangan.

Pada kesempatan itu, Kajari Barito Kuala Eben Neser Silalahi menyambut baik kesepakatan kerjasama antara pemerintahan desa dengan PT ABS tersebut.

“Ini merupakan suatu niat baik dari pemerintahan desa untuk mengoperasionalkan kembali sistem plasma. Siklusnya 25 tahun, di 10 tahun untuk membayar bunga dan kredit pinjaman di bank dan 15 tahunnya itu adalah kerjasama. Selama 25 tahun Itu harus sesuai aturan dan tidak boleh dikelola perorangan dan harus ada badan usaha,” katanya.

Baca Juga :   9 Rumah Terbakar di Desa Bantuil, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 800 Juta

“Kelompok tani itu larinya ke BUMDes. Jadi dikelola berkolaborasi dengan KUD. Karena KUD juga punya kekuatan. Sehingga investasi berjalan di Desa Kolam Kanan PAD bisa bertambah desa bisa membangun dan perusahaan juga bisa hidup,” tambahnya

Seakan kontradiktif dengan apa yang diharapkan kedua belah pihak, Ketua Kelompok Tani Mulyo At Sumar ditemui di rumahnya Jumat (14/1/2022) mengaku sangat kecewa dengan keputusan sepihak dari Kades Kolam Kanan. Sebab, sebelumnya Kades tidak pernah mensosialisasikan MoU tersebut kepada kelompok tani.

“Kami atas nama Kelompok Tani Mulyo Desa Kolam Kanan menyatakan tidak setuju dengan adanya kerjasama itu. Karena perjuangan kami selama ini mulai dari nol untuk menuntut hak atas tanah kami,” tandasnya.

Baca Juga :   Noormiliyani Sampaikan Propemperda dan Dua Raperda ke DPRD Batola

Ia menilai, dengan adanya MoU tersebut sama saja artinya dikelola oleh KUD yang pada akhirnya pengurus-pengurusnya juga yang berperan di kegiatan tersebut.

“Kami rasa nggak ada bedanya antara BUMDes dengan KUD. Namun, jelas berbeda dengan kelompok tani yang memang ruang lingkupnya kecil. Padahal kami sudah ada kesepakatan dengan KUD untuk mengelola kebun kami sendiri seluas 120 hektare di mana sebagian dikelola oleh perusahaan di luar kelompok tani Mulyo,” tuturnya.

Dijelaskanya, pihaknya sejak Juni 2021 lalu terus dalam menuntut hak-haknya. Sehingga, pihaknya sepakat untuk menguasakan permasalahan ini ke Kades Kolam Kanan Endang Sudrajat untuk mengurus segala sesuatunya sampai selesai.

“Namun setelah 6 bulan berjalan, tiba-tiba jadi seperti ini. Artinya, secara tidak langsung kami ditinggal begitu saja,” jelasnya.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.