Tingkatkan SDM Berkualitas, Paman Birin Lanjutkan Pembangunan Sekolah Baru di Daerah Terpencil

  • Whatsapp

KabarKalimantan, Banjarbaru– Tahun 2022 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali akan membangun 5 Unit Sekolah Baru (USB) di daerah terpencil.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen mewujudkan Visi Kalsel Maju, Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Berdasarkan topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang terbagi atas empat kawasan yakni daerah rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan. Sehingga berdampak kepada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah daerah terpencil jauh dari akses perkotaan.

Dilatari dengan kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel kembali melanjutkan program pembangunan sekolah baru tingkat SMA/SMK di daerah daerah terpencil.

Baca Juga :   Program Serasi Berlanjut di 2021

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, M Yusuf Effendi mengatakan hingga kini, Pemprov Kalsel telah mendirikan  12 unit sekolah baru (USB) tingkat SMA/SMK sejak tahun 2017-2021 dan tahun 2022 ini sesuai arahan Gubernur Kalsel, kembali dilanjutkan membangun 5 unit sekolah baru SMA/SMK/SLB

“Sehingga totalnya ada 17 USB dan juga telah dibangun sebanyak 238 RKB,” kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, sekolah baru itu tersebar di beberapa daerah Kabupaten, antara lain Kabupaten Banjar,Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Kabupaten Batola.

Baca Juga :   Nadjmi Kukuhkan Pengurus Paguyuban Keluarga Batak

Selain pembangunan sekolah, Yusuf juga menyampaikan terkait pemerataan mutu pendidikan, yang mana pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan yakni standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana & prasarana, pendidik & tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian, yang antara lain dapat ditunjukkan seperti meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang agar meningkat kinerjanya.

“Kami juga menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel serta meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 %,” ucapnya.

Baca Juga :   Bazar Clothing “Tarik” Pengunjung Q Mall

Yusuf menyebutkan, kendati pun secara topografi dan geografis memberikan dampak adanya kesenjangan antar satuan pendidikan, tetapi dalam konteks pemerataan akses dan mutu pendidikan tidak menjadi persoalan.

“Memang hal ini dapat dipahami bahwa sebagai hasil dari upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan serta upaya optimalisasi 8 standar pendidikan kepada seluruh satuan pendidikan SMA/SMK/SLB. Hal ini dapat dibuktikan bahwa angka melanjutkan ke perguruan tinggi terus menunjukkan peningkatan, di samping didorong dengan adanya program beasiswa dan semakin merata antar satuan pendidikannya,” pungkas Yusuf.

Syahri Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *