Kejari Batola Musnahkan 101,84 Gram Sabu dan 60.000 Butir Obat Terlarang

KabarKalimantan, Marabahan – Pemusnahan Barang Rampasan yang telah berkekuatan hukum tetap ( In Kracht gewujsde), Kamis (17/02/2022) bertempat di Aula Kejaksaan negeri Barito Kuala.

Hadir pada gelaran pemusnahan barang rampasan tersebut, staf ahli Bupati ,perwakilan dari polres Batola, perwakilan dari Dandim, perwakilan dari Pengadilan Negeri, Rutan Marabahan, BNK Batola, dan dari unsur pemuda yaitu KNPI Batola.

Eksekusi pemusnahan Barang Rampasan tersebut dilakukan dengan cara dirusak dan dilarutkan sehingga tidak dapat digunakan lagi. Adapun barang rampasan yang di musnahkan terdiri dari Narkotika sejumlah 101,84gram, senjata tajam 15 buah, obat obatan keras terlarang terdiri dari 60.898 butir dan 106 botol, handphone sebanyak 30 buah dengan berbagai merk tertentu, pakaian 45 lembar dan barang lainya sebanyak 102 buah.

Masing masing dari perwakilan undangan yang hadir, ikut melakukan pemusnahan barang rampasan tersebut. Untuk jenis obat obatan dan narkotika diblender dengan terlebih dahulu dicampurkan dengan air deterjen, lanjut pemusnahan barang rampasan senjata tajam dilakukan dengan cara di potong potong menggunakan mesin gurinda besi.

Usai melakukan eksekusi Kajari Batola menyampaikan kepada awak media bahwa, pemusnahan Barang Rampasan ini menurut Kajari Batola Eben Neser Silalahi SH pada dasarnya adalah merupakan gambaran dari adanya konsistensi Kejaksaan Republik Indonesia, bahwa insan Adyaksa melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin untuk mengamalkan dan memperlihatkan adanya integritas,akuntabilitas,transparansi dan rasa jujur yang tinggi untuk tidak menyalahgunakan barang bukti yang menjadi barang rampasan dan seharusnya dimusnahkan.

Dalam melaksanakan fungsi, tugas dan wewenangnya Kejaksaan RI sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan, harus mampu mewujudkan kepastian hukum, ketertiban hukum, keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum dan mengindahkan norma norma keagamaan, kesopanan dan kesusilaan serta wajib menggali nilai nilai kemanusiaan, hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Maka dari itu untuk menjaga Marwah institusi dan nama baik aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan maka kita laksanakan amanah undang undang untuk melakukan eksekusi dengan cara memusnahkan barang rampasan yang keputusannya sudah memiliki hukum tetap, demi tercapainya integritas, akuntabilitas, transparansi dalam penegakkan hukum. Ucapnya.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *