Soal Pemindahan Ibukota Provinsi Kalsel, Supian HK Sikapi dengan Bijaksana

KabarKalimantan, Banjarmasin – Banjarbaru resmi menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Selatan menggantikan Banjarmasin. Kepastian ini didapat setelah disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi menjadi undang-undang oleh DPR.

Penetapan sebagai ibu kota tersebut tercantum dalam UU Provinsi Kalimantan Selatan bab II pasal ke-4 yang menyebutkan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan berkedudukan di Banjarbaru.

Pemindahan ibukota provinsi ini jelas memunculkan pro dan kontra di masyarakat, ada pihak setuju dan ada pula pihak yang tidak sepakat.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr (HC) H Supian HK SH MH bersikap bijaksana.
Politisi senior Partai Golkar ini mengajak semua pihak agar tak terlalu memperdebatkan soal pemindahan ibukota dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Baca Juga :   Tarif 10 M3 Jangan Bebani Pelanggan

“Kita lebih baik fokus pada pembangunan Banua kita tercinta ini. Lihat sisi positif, jangan hanya pandang sisi negatif,” ujarnya kepada wartawan Redkal.com.

Lagi pula, lanjut Supian HK, jarak antara Banjarmasin dan Banjarbaru hanya sekitar 35 kilometer. “Kita harus sama-sama memikirkan bagaimana supaya Banua kita ini semakin maju. Apalagi, kita akan menjadi salah satu daerah penyangga ibukota negara. Jadi, yang penting kita pikirkan sama-sama adalah menjadikan Kalsel semakin mapan,” tegasnya.

Baca Juga :   BPSK Wadah Perlindungan Konsumen

Pria kelahiran Rantau Bujur, Hulu Sungai Utara ini menjelaskan, beberapa hal positif yang diambil dari pemindahan ibukota ke Banjarbaru ialah agar Banjarmasin lebih fokus sebagai kota perdagangan dan jasa.

“Secara posisi kan Banjarmasin luar biasa. Banjarmasin memiliki Pelabuhan laut, jadi sangat cocok sebagai kota perdagangan dan jasa. Ini yang harus terus kita kembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Supian HK, untuk pengembangan kota, Banjarbaru lebih bisa dikembangkan dengan masih banyak lahan yang bisa digarap.

Baca Juga :   Gubernur Kalsel: Satukan Tekad Jauhi Korupsi

“Untuk pengembangan ke depan Banjarbaru lebih cocok. Banjarbaru berada pada dataran tinggi sehingga relatif lebih mudah penataan pembangunan. Banjarbaru juga merupakan daerah yang sedang tumbuh dan berkembang,” lanjutnya.

Supian HK menuturkan, ide Banjarbaru sebagai ibukota provinsi atau pusat pemerintahan provinsi (Pemprov) Kalsel sejak Gubernur Murdjani. Karenanya sejak waktu itu ada beberapa kantor tingkat provinsi berkedudukan di Banjarbaru.

“Kemudian digagas kembali masa Gubernur H Rudy Ariffin untuk membuat pusat perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, dan dilanjutkan Paman Birin,” jelasnya.

Muhammad Ridha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.