DKUMP2 Tanbu Monitoring Stok Minyak Goreng di Dua Distributor

KabarKalimantan, Batulicin -Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Kabupaten Tanah Bumbu bersama Bagian Ekonomi dan SDA Setda, dan Polres Tanbu melakukan monitoring stok minyak goreng ke gudang yang menjadi distributor pengadaan minyak goreng sesuai Permendag Nomor 6 Tahun 2022 untuk wilayah Tanah Bumbu, Jumat (25/2/2022).

Gudang distributor yang didatangi yakni PT Obor Baru Hidup dan PT Sinar Sukses Sejahtera.

Baca Juga :   Melalui Virtual, Pemkab Tanbu Hadiri Festival Iklim 2020

Kepala DKUMP2 Tanbu H Deny Harianto mengatakan, kondisi minyak goreng di gudang itu saat ini masih kosong. Kemungkinan dalam satu atau dua hari ke depan pasokan minyak goreng untuk PT Sinar Sukses Sejahtera akan datang sesuai jadwal yang ada.

“Sedangkan untuk PT Obor Baru Maju saat ini juga masih kosong dan sesuai jadwal beberapa hari ke depan minyak goreng sudah ada,” jelasnya.

Untuk menyikapi kondisi keterbatasan peredaran minyak goreng di Tanah Bumbu, H Deny Harianto berencana beberapa hari ke depan Dinas KUMP2 kembali bekerjasama dengan PT Sime Darby Oil untuk melakukan operasi pasar minyak goreng ke beberapa desa.

Baca Juga :   Bawaslu Tanbu Berharap Pemerintah Daerah Kucurkan Dana Pilkada Sesuai Pengajuan

Ia berharap, operasi pasar ini akan tetap berlangsung terus sehingga dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng sesuai harga yang diatur oleh pemerintah.

Sementara itu dalam monitoring disempatkan juga menyasar ke beberapa distributor lainnya yang selama ini bertindak sebagai pemasok minyak goreng di Tanah Bumbu. Namun semua gudang mereka juga dalam kondisi kosong.

Baca Juga :   Balik Debat, Zairullah Langsung Bantu Korban Kebakaran Sungai Danau

Lebih lanjut, H Deny berharap kondisi ini segera terlewati, apalagi dalam menjelang HBKN (bulan ramadhan) dimana kebutuhan masyarakat akan minyak goreng sangat meningkat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan (panic buying) sehingga harga bisa terkontrol,” katanya.

Slamet Riadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.