Hadiri Isra Miraj di Tabunganen Muara, Noormiliyani Ajak Masyarakat Menegakan Shalat

KabarKalimantan, Marabahan – Memasuki 28 Rajab 1443 Hijriyah, Selasa (01/3/2022), Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS menggelar Safari Peringatan Isra Mi’raj di Mushalla Nurul Hidayah RT 11 Desa Tabunganen Muara, Kecamatan Tabunganen.

Di tempat ini, bupati diterima Camat Tabunganen Said Muhammad beserta jajaran forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai lapisan baik laki-laki maupun wanita.

Yang menarik dari peringatan kali ini penceramah yang menyampaikan tausyiah berjumlah empat orang masing-masing Ustadz H Bani, Ustadz H Muhammad Arsyad, Ustadz H Fahrurrazi, dan Ustadz Marli.

Para ustadz yang merupakan sahabat dari Bupati Hj Noormiliyani AS ini menyampaikan tausyiahnya secara bergantian dengan batas waktu maksimal masing-masing 15 menit.

Baca Juga :   Mediasi Tidak Membuahkan Kesepakatan, Petani Plasma aka Lanjutkan ke Jalur Hukum

Sebelumnya, Bupati Noormiliyani menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kesediaan mengundangnya untuk hadir pada perayaan Isra Miraj ini.

Ia mengaku bersyukur bisa dipertemukan kembali dengan masyarakat Tabunganen dan sahabat ustadz empat serangkai Tabunganen dalam suasana khidmad peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah.

Bupati mengutarakan, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah merupakan peristiwa luar biasa dialami baginda Rasulullah SAW terutama terkait perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.

Baca Juga :   Kawal Peran Strategis Kemenag

Ia menceritakan pengalamannya sejak kecil yang selalu mendapat penanaman dari orang tua sehingga ketika sudah dewasa menjadi terbiasa.
Kepada masyarakat baik laki-laki maupun perempuan Noormiliyani mengajak untuk senantiasa melaksanakan shalat secara benar serta jangan sampai ditunda-tunda.

Bupati menyarankan, dalam menjalankan shalat hendaknya dilakukan secara benar mulai dari wudhu agar ibadah yang dikerjakan diterima.

Di kesempatan peringatan Isra Miraj di Tabunganen Muara ini Noormiliyani juga menceritakan kekagumannya kepada Turki yang pernah terpuruk namun kembali maju hanya karena menerapkan tiga hal diantaranya mewajibkan laki-laki selalu shalat berjamaah di mesjid, menerapkan membaca Alquran secara serentak menjelang Shalat Zuhur, serta menghimpun zakat dan sedekah satu pintu melalui yayasan.

Baca Juga :   Noormiliyani Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Belajar dari pengalaman, Noormiliyani mengajak masyarakat, untuk mengambil contoh dengan menyemarakan tempat-tempat ibadah serta mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan terlebih menjelang tibanya bulan suci Ramadhan.

Saat ini, lanjutnya, kondisi perkembangan wabah Covid-19 terutama Omicron mulai naik, sehingga untuk melaksanakan peribadatan tidak mengalami kendala.

“Saya yakin sepanjang memperhatikan protokol kesehatan kegiatan peribadatan yang dilaksanakan di mesjid-mesjid, langgar, mushalla, majelis-majelis ilmu, dan lainnya insya Allah tidak akan berpengaruh kepada peningkatan penularan,” ucapnya.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.