Bahas Hal Ini, KSOP Kotabaru-Batulicin Gelar Rapat bersama Dishub Kalsel 

KabarKalimantan, Batulicin – Menanggapi surat permohonan Walikota Bontang terkait kapal perintis trayek Bontang-Mamuju, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, di Kantor KSOP, Jalan Pelabuhan Speed, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (9/3/2022).

Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel Agung Rahmadi mengatakan, terkait permintaan pelabuhan singgah Bontang Provinsi Kaltim pada trayek kapal perintis R-12 saat ini harus ada kajiannya lebih dulu, apakah pergerakan penumpangnya sudah maksimal atau belum.

Menurut Agung, berdasarkan pengukuran peta yang dilakukan, bahwa jarak antara Mamuju (Sulut) – Bontang (Kaltim) pulang pergi (PP) sejauh 372 mil laut dan juga jarak antara Balikpapan-Bontang (PP) sejauh 262 mil sehingga pelayaran ini menambah waktu lebih dari dua hari, sehingga realisasinya masih di pertimbangkan, mengingat trayek R 12 ini merupakan rute baru satu tahun yang dijalankan, sehingga harus dioptimalkan dulu rute yang ada ini.

Baca Juga :   Cuncung-Alpiya Paling Ideal Pimpin Tanah Bumbu

“Adapun trayek R 12 yang sudah berjalan saat ini, dan singgah di sejumlah pelabuhan itu memerlukan waktu selama 9 hari, kalau ditambah lagi dengan pelabuhan singgah Kota Bontang tentunya menambah waktu lagi tiga hari, sehingga terlalu lama waktunya bagi para penumpang menunggu,” katanya.

Baca Juga :   Polres Tanbu Serahkan Bantuan Satu Truk Sembako untuk Korban Kebakaran Pulau Sebuku

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Kotabaru-Batulicin Agus Sularto menegaskan, kalau ada penambahan lama hari round voyage, dikhawatirkan dapat menghambat program promosi dan sosialisasi menarik minat masyarakat Kotabaru untuk menggunakan kapal perintis.

“Perlu kita ketahui, bahwa angkutan perintis kode trayek R-12 pangkalan Kotabaru sudah mempunyai target frekuensi 40 voyage berdasarkan anggaran yang sudah ditetapkan untuk jarak dan lama hari voyage dalam 1 tahun anggaran,” terangnya.

Selain itu, lanjut Agus, atas dasar pertimbangan dan hasil keputusan rapat pada tahun anggaran tahun 2022, kini belum ada merekomendasikan adanya pelabuhan singgah baru, yang dimaksud adalah pelabuhan singgah Kota Bontang yang berada di wilayah Kalimantan Timur, pada trayek angkutan laut perintis pelabuhan pangkal Kotabaru, Provinsi Kalsel.

Baca Juga :   Amran 'Guncang' Kandang Lawan, Kritisi Kampanye Hitam

“Kami selaku KSOP Kotabaru – Batulicin berharap, rute yang sudah ada ini perlu disosialisasikan lebih lanjut, supaya bisa lebih maksimalkan lagi, mengingat saat pemerintah sudah tidak memberlakukan lagi syarat bagi penumpang harus swab antigen atau swab PCR ketika bepergian menggunakan transportasi kapal laut ataupun jenis transport lainnya,” ujarnya.

Slamet Riadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.