Bagaimana Mengenal dan Mengeksplorasi Potensi Diri

Oleh: Jamin S.Pd

Kepala Sekolah di SD Negeri Batu Harang

APA itu potensi diri? Potensi artinya kemampuan atau kekuatan, yang bersifat fisik maupun psikis. Namun potensi itu masih merupakan kekuatan dasar (modal dasar) yang harus diwujudkan dan dibuktikan secara nyata. Bila tidak demikian potensi itu akan terpendam. Contoh jika seorang siswa disebut berpotensi tinggi seharusnya prestasi belajarnya juga terbukti baik.

Potensi diri adalah semua kekuatan, kelebihan, kecakapan, yang dimiliki oleh seseorang, baik yang dibawa sejak lahir (secara genetik) maupun yang diperoleh dari pengalaman dan pelajaran (pendidikan). Nah apa saja potensi anda? bukankah setiap orang diberi sejumlah kekuatan dan kelebihan tertentu.

Bentuk-bentuk potensi persis seperti yang dibayangkan, potensi memang banyak unsur dan ragamnya. Potensi fisik misalnya, terdiri dari keadaan jasmaniah, ukuran/bentuk dan penampilan fisik, kualitas indrawi (daya melihat, mendengar, dan lainnya), daya tahan tubuh, kesegaran, kebugaran, kelenturan , kelincahan, kekuatan (gerak/kerja), keseimbangan, dan kesehatan (kesehatan gigi, mata, pernapasan, pencernaan, persendian, dan lain-lain).

Potensi non fisik antara lain intelegensi (kecerdasan, bakat, minat, hobi), sifat kepribadian, kemantapan emosional, motivasi, sikap kreativitas, daya tanggap dan lain-lain. Dewasa ini juga dikaji tentang adanya potensi kecerdasan emosional, kecerdasan kemampuan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan, dan potensi keimanan atau kecerdasan spiritual.

Baca Juga :   Teknik Mengajar yang Harus Dikuasai Guru

Kadang kita prihatin, melihat layu dan gugurnya kuncup bunga yang belum sempat mekar.Karena pemiliknya lalai tidak menyiramkan air segar. Demikianlah kuncup-kuncup potensi diri kita. Ia butuh siraman air pengembangan. Ia butuh upaya dan kerja keras, Ia perlu kesabaran dan daya tahan, jangan lalai wahai sang pemilik potensi itu.

Kemampuan intelektualnya adalah kecerdasan atau intelegensi. Satuan ukurannya ialah intellegence Qoutien (IQ). Intelegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Martheen Pali,1993).

Untuk mengetahui intelegensi dapat dilakukan dengan cara sekilas yakni mengamati hasil belajar sehari-hari (nilai ulangan harian sampai nilai rapor), atau secara teliti melalui pemeriksaan psikologis dengan tes intelegensi.Yang terakhir ini menghasilkan angka-angka yang menggambarkan taraf kecerdasan tertentu.

Tingginya taraf kecerdasan rasional (otak) terbukti belum menjamin gemilangnya prestasi seseorang dalam kehidupan sehari-hari ketika belajar atau bergaul dan berinteraksi sosial secara nyata. Kecerdasan sosial ini,terdiri dari kepekaan sosial, komunikasi yang baik, empati, pengertian atau pemahaman terhadap orang lain (Munandir,1995).

Baca Juga :   Pentingnya Aktivitas Olahraga dalam Kehidupan Sehari-hari

Kecerdasan emosional adalah intelegensi dunia perasaan seseorang individu. Seorang pakar mengartikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan individu untuk mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola emosi itu dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.

Bisa terjadi seseorang yang cerdas (otaknya) namun dapat menjadi sedemikian tidak rasional (menjadi bodoh), Mengapa ? Kecerdasan akademis (IQ) sedikit saja kaitannya dengan kehidupan emosional. Dapat saja orang yang paling cerdas diantara kita, terperosok didalam nafsu tak terkendali dan meledak-ledak.

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar atau bekerja dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan dengan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Contoh seseorang yang berbakat menulis, akan lebih cepat bisa dan cepat menyelesaikan pekerjaan melukis tersebut, dibandingkan orang lain yang tingkat bakatnya dibawahnya.

Baca Juga :   Tantangan Pelaksanaan Pendidikan Dasar di Daerah Tertinggal

Bakat (aptitude) juga bermakna potensi yang akan diwujudkan diwaktu yang akan datang. Maksudnya bakat hanya menunjukkan adanya peluang saja. Yakni peluang keberhasilan, maka tidak heran ada istilah bakat terpendam. Dengan kata lain bakat harus diwujudkan, disemaikan, dan dikembangkan. Kalau tidak lepaslah peluang keberhasilannya.

Suatu kecerdasan yang bersangkut paut dengan pengikatan diri dengan zat yang maha tinggi yaitu Tuhan. Kecerdasan spiritual merupakan kepekaan batin seseorang untuk melihat dan merasakan perbedaan antara suatu kebaikan dan keburukan, suatu kemampuan diri untuk memilih dan berpihak pada kebaikan dan merasakan nikmatnya seseorang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi akan tidak mudah cepat putus asa, hidupnya akan penuh dengan harapan dan ketenangan hati.

Ia sadar bahwa dirinya itu milik Tuhan yang maha kuasa dan Tuhan adalah sumber kebaikan. Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Orang yang minat pada sesuatu hal akan memberi perhatian, mencarinya, mengarahkan diri, berusaha mencapai dan memperoleh sesuatu itu.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.