TPID Monitoring dan Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan

KabarKalimantan, Banjarbaru – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel melakukan pertemuan atau High Level Meeting di Gedung Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Banjarbaru, Kamis (31/3/2022).

Usai pagi hari Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor melakukan monitoring harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Bauntung Banjarbaru yang bertujuan monitoring harga di pasar adalah untuk menjaga stabilitas harga barang agar tidak mengalami kenaikan, TPID menggelar High Level Meeting.

“Kalau tanya-tanya harga tadi hampir semuanya sudah boleh dikatakan stabil, normal, bulan puasa sampai hari raya, kita tetap berusaha untuk mempertahankan harga pasar yang stabil yang bisa dijangkau oleh masyarakat,”kata Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini usai monitoring pasar pagi hari.

Baca Juga :   Sesi Kedua, Uniska Kembali Mewisuda 1.035 Mahasiswa

Kemudian pada pertemuan di siang hari, Gubernur Kalsel diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, hadir juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Bulog Kalsel, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, dan pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Roy mengatakan, dalam pertemuan kali ini banyak solusi-solusi dan akan dilakukan upaya-upaya salahsatunya terkait distribusi BBM dan Gas LPG 3 kg dengan tindak lanjut mengeluarkan surat edaran baru. “Diharapkan pemerintah kabupaten kota juga bisa melaksanakan itu,” katanya.

Baca Juga :   PPKM Berlanjut, Dewan Banjarmasin Minta Semua Pihak Berperan Menyukseskan

Ia menambahkan, untuk bahan pokok, juga ada beberapa produksi yang masih rendah, akan tetapi untuk ketersediaan bahan pokok atau sembako setelah survey di Pasar Bauntung Banjarbaru dalam kondisi aman. “Untuk kondisi bahan pokok, ketersediaannya aman selama bulan ramadhan dan idul fitri,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roy juga mengimbau agar masyarakat dapat berbelanja sesuai kebutuhannya. “Masyarakat diharapkan bijak dalam berbelanja agar tidak terjadi gejolak di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Birhasani di awal rapat menyampaikan, data ketersediaan bahan pokok tingkat distributor di 13 kabupaten/kota yang diperkirakan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan, di antaranya beras 22.909,21 ton, kedelai 22.909,21 ton, cabai 487,52 ton, bawang merah 2.428,27 ton, gula konsumsi 5.032,50 ton, minyak goreng 19.974,60 ton, tepung terigu 17.542,67 ton, dan daging sapi atau kerbau 18.285,12 ton.

Baca Juga :   Bocor Pipa Menggerus Laba

“Daging ayam ras 3.100 ton per bulan, produksi telur ayam ras sehari 175 ton, bawang putih 1.478,03 ton,” pungkas Birhasani.[]

Syahri Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.