Mediasi Gagal, KUD Makarti Jaya Juga akan Laporkan PT AW ke Polda Kalsel

KabarKalimantan, Marabahan – Lanjutan mediasi pada sidang perdata Perkara Plasma Sawit KUD Makarti jaya dengan PT Anugerah Watiendo yang digelar pada Selasa (12/4/2022) bertempat diruang sidang Pengadilan negeri Marabahan kabupaten Barito Kuala.

Sidang mediasi tahap ketiga ini dihadiri oleh Penggugat dari KUD Jaya Utama, didampingi Kuasa Hukumnya Satya&Co Banjarmasin, begitu juga tergugat hadir dari PT AW Area manager Haris Prasatyo didampingi kuasa hukum H Giyanto SH dan rekan. Sedangkan dari tergugat turut hadir dari Pemkab Batola diwakilkan oleh Jaksa pengacara Negara(JPN), kemudian juga dari Bank BNI .

Sidang mediasi yang ketiga ini dipimpin oleh Hakim mediator Indi Rizka Sahfira SH, karena proses sidang mediasi tertutup dan yang diperbolehkan masuk hanya penggugat dan tergugat.

Baca Juga :   Banjir di Batola, Pengungsi Mencapai 3.012 Jiwa

Usai sidang mediasi Kuasa Hukum tergugat PT Anugerah Watiendo H Giyanto SH mengatakan, bahwa Hakim mediator berpendapat mediasi gagal, cuma bisa saja nanti di dalam proses persidangan berperkara, masih ada harapan damai jika memang mau berdamai. Sedangkan untuk kelanjutan sidang perkara perdata nanti akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022. Terangnya.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua KUD Makarti Jaya Darmono mengatakan, hasil mediasi yang ketiga kalinya ini memang tadi setelah diskusi sekitar 30 menit. Namun sesuai kesepakatan mediasi tahap kedua kemaren itu bahwa pihak perusahaan selaku tergugat akan menyiapkan R
resume seperti halnya yang diminta oleh hakim mediator, namun hari ini pihak perusahaan tidak menjawab resume yang kami ajukan.

Pihak perusahaan hanya menjawab satu poin dari delapan poin yang kami ajukan, dan pernyataan pernyataan yang disampaikan secara lisan pun berbeda dengan pernyataan yang disampaikan pada mediasi tahap kedua.

Baca Juga :   Ketua DWP Diharapkan Pelihara Keharmonisan

Satu poin yang telah ditanggapi oleh tergugat yaitu poin perubahan SPK atau Adendum SPK, namun tentang dana talangan tentang SHU sedangkan tentang hak hak petani pihak tergugat hanya menginginkan semua itu bisa di lakukan dengan itikad baik saling memahami.

Tapi kerena ini sudah menjadi permasalahan hukum, tidak bisa kita berpedoman bahwa saling memahami itu maunya seperti apa.

Sehingga kami menolak resume yang diberikan tergugat, sesuai yang disampaikan hakim mediator bahwa mediasi pada hari ini gagal, dan berita acaranya telah kami tanda tangani dan selanjutnya akan dilanjutkan ke proses persidangan majelis hakim.

Baca Juga :   Wabup Rahmadian Noor Awali Safari Ramadhan di Kecamatan Anjir Muara

Memang disampaikan hakim mediator bahwa dalam perkara perdata itu sepanjang belum diputuskan, maka proses mediasi masih bisa dilakukan diluar maupun didalam pengadilan.

Darmono juga menjelaskan bahwa kami bisa berdamai sepanjang keputusan itu tidak merugikan petani kami pun siap untuk damai. Tapi faktanya lima tahun berjalan, pihak manajemen perusahaan tidak konsisten apa yang dia jawab berdasarkan hukum regulasinya.

Tidak hanya melakukan gugatan perdata terhadap PT AW, Pihak KUD Makarti jaya juga akan menyampaikan laporan pidana ke Polda Kalsel.

Menurut Darmono Insya Allah setelah lebaran segera kami siapkan berkas berkas terkait laporan pidananya. Hal ini kami lakukan setelah koordinasi dengan kuasa hukum kami memilih untuk melaporkan secara pidana ini ke Polda. Ucapnya.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.