Pemprov Kalsel Terus Dorong Terciptanya Inovasi

KabarKalimantan, Banjarbaru – Dalam upaya mendorong dan memotivasi terciptanya inovasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan gelar Sosialisasi Inovasi Daerah Tahun 2022 di Provinsi Kalsel di Gedung KH Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (17/5/2022).

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong dan memotivasi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota khususnya satuan kerja yang terkait langsung dengan pelayanan publik.

“Hal ini dilakukan agar kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam upaya memperbaiki kinerja pemerintahan maupun pelayanan publik,” katanya.

Ia mengakui, saat ini masih muncul kesan bahwa pelayanan publik yang belum efisien, terlalu birokratis dan belum berorientasi pada kebutuhan pelayanan masyarakat. “Karena itu, kita perlu transformasi dan inovasi layanan publik sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ucapnya.

Baca Juga :   Tanah Longsor Pumpung 'Makan' Lima Korban

Ia menuturkan, penilaian inovasi daerah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi momentum untuk memperbaiki peringkat, agar predikat kurang inovatif yang didapat oleh Kalimantan Selatan tidak terulang kembali

“Beberapa tahun yang lalu saya malah mendapat laporan kalsel kurang inovatif, saya juga bingung kenapa dikatakan kurang inovatif, padahal hampir setiap tahun, setiap dilakukan pelatihan, selalu ada inovasi. Tapi ini tidak dilaporkan sehingga kalsel beberapa tahun yang lalu terkesan kurang inovatif,” katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, ia meminta Biro Ortala, Balitbangda, dan Bappeda untuk mengadakan lomba inovasi di tiap SKPD.

“Masing-masing SKPD minimal membuat satu inovasi. Kita akan lombakan dan beri penghargaan bagi teman-teman SKPD yang inovasinya cukup bagus. Demikian juga lomba inovasi untuk kabupaten kota skala provinsi untuk meningkatkan pelayanan publik,” ucapnya.

Baca Juga :   Wawali Banjarbaru Imbau Camat dan Lurah Turut Awasi Pemilu

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan, Muhammad Amin mengatakan, saat ini Provinsi Kalimantan Selatan berstatus sebagai provinsi yang inovatif pada gelaran Innovative Government Award (IGA) tahun 2021 serta setelah mendapatkan predikat sangat inovatif tahun 2020 dan kurang inovatif di tahun 2019.

“Disisi lain, tahun 2020 masih terdapat 9 kabupaten kota yang berpredikat kurang inovatif. Kondisi ini mengalami perbaikan di tahun 2021 hanya ada 5 kabupaten kota yang masih berpredikat kurang inovatif,” katanya.

Ia menuturkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar seluruh kabupaten kota di kalsel memiliki predikat inovatif dan sangat inovatif pada penilaian IGA kedepannya serta perlunya kerjasama kolaboratif dan transfer ilmu antar lembaga litbang di Kalsel dalam pengembangan ekosistem inovasi berbasis riset untuk dilaksanakan, perlunya dibentuk tim kerja pembina inovasi daerah untuk koordinasi dan penginputan data inovasi daerah kedalam aplikasi indeks inovasi daerah di setiap wilayah.

Baca Juga :   Hujan Deras Mengguyur Banjarbaru Akibatkan Sejumlah Wilayah Kebanjiran

“Hal ini sangat dibutuhkan karena seringkali proses inovasi disebuah daerah telah berjalan namun sangat minim dokumentasi dan administrasi pendukungnya sehingga berpengaruh kepada nilai inovasi dan tingkat kematangan inovasi yang diusulkan,” ucapnya.

Adapun, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Drs. Matheos Tan selaku narasumber mengatakan, apa yang dilakukan Kalsel saat ini merupakan langkah maju dari suatu daerah bagaimana meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Dengan adanya inovasi akan membuat semua strategi peta pembangunan di daerah akan berubah secara keseluruhan,” pungkasnya.

Syahri Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.