PDAM Bandarmasih Belum Bisa Pastikan Distribusi Air Lancar

KabarKalimantan, Banjarmasin – Jajaran direksi PDAM Bandarmasih melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Banjarmasin terkait terkait sulitnya warga yang bermukim di wilayah Banjarmasin Barat mendapatkan air bersih.

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Awan Subarkah usai RDP menyampaikan, mengatasi persoalan itu ada beberapa cara. Melalui jangka pendek dengan menyiapkan mobil tangki dan menempatkan beberapa tandon air untuk keperluan air bersih warga yang terdampak.

“Warga sudah terlalu lama kesulitan air bersih. Kami juga upayakan bagaimana agar persoalan ini segera teratasi, salah satunya membahas penyertaan modal bagi PDAM Bandarmasih,” ujarnya usai RDP.

Baca Juga :   Dancing Fountain Kamboja Siap Dinikmati di Malam Pergantian Tahun

Untuk mengatasi kebutuhan air bersih pelanggan yang saat ini terdampak, Awan sapaan akrabnya berharap suplai melalui mobil tangki untuk sementara waktu jangan sampai terhambat menyesuaikan kebutuhan air bersih warga.

“Nanti kemungkinan juga ada pemasangan pompa pendorong dengan skala kecil, sehingga saluran air biasa sampai ke titik ujung,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang, sambungnya, PDAM Bandarmasih bisa melakukan peremajaan pipa. “Saat ini tekanan sudah dinaikkan ke 2,9 bar dari 2,4 bar. Supaya air dapat mengalir sampai ke ujung. Semoga permasalahan ini dapat segera teratasi,” ungkapnya.

Baca Juga :   ​DPRD Kalsel Kehilangan Sosok Ulama, KH Husin Nurin Tutup Usia

Sementara, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian mengatakan, tidak lancarnya suplai air di kawasan ujung pelayanan Banjarmasin Barat, karena ada penurunan tekanan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Achmad Yani menuju Soetoyo S Banjarmasin.

“Kami upayakan saat ini agar pelanggan tetap dapat air bersih meski tidak normal seperti biasa. Salah satunya pergantian pipa di wilayah pemukiman,” ucapnya usai rapat.

Namun, ia belum bisa memastikan suplai air di Banjarmasin Barat berjalan normal seperti biasa. Mengingat, kata dia, jika tekanan air dipaksakan menjadi 3 bar, ditakutkan pipa distribusi akan pecah dan menimbulkan dampak lebih besar bagi pelanggan.

Baca Juga :   ​Karyawan Hotel Batung Batulis Terancam PHK

“Saat ini tekanan hanya 2,9 bar saja, makanya bagian ujung jaringan seperti Banjarmasin Barat suplai air tidak lancar,” ungkapnya.

Supian mengatakan, saja saat ini pihaknya terkendala besarnya anggaran biaya, sehingga pergantian pipa distribusi secara bertahap. Sebab, sesuai instruksi Balai Jalan Nasional, pergantian pipa boleh dilakukan dengan cara pengeboran, bukan galian.

“Kita sudah susun anggaran pergantian sebesar Rp 40 miliar. Namun oleh Balai Jalan untuk membongkar pipa tidak diperkenankan dengan cara dibongkar tapi dibor. Pengeboran dananya sangat besar mencapai Rp 96 miliar,” jelasnya.

Smara Aqdimul Azmi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.