Begini Reka Adegan Dua Tersangka Penganiayaan hingga Korbannya Meninggal Dunia di Jalan Gerilya  

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dua tersangka penganiayaan hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia yang peristiwanya terjadi di Jalan Gerilya, Gang Bambu, RT 20, Banjarmasin Selatan menjalani rekonstruksi di halaman Mapolsekta, Senin (30/5/2022), sekitar pukul 10.30 WITA.

Rekonstruksi penganiayaan ini menghadirkan dua tersangka yaitu Jumadi alias Madi (28), dan Hadi (28) warga Jalan Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura RT 27 Banjarmasin Selatan. Keduanya itu telah terbukti melakukan penganiayaan terhadap korbannya bernama Sauki (25), warga Jalan Kelayan Kecil, RT 19, RW 02, Banjarmasin Selatan.

Selain kedua tersangka, reka adegan yang dipimpin Kapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol H Idit Aditya didampingi Kanit Reskrim Ipda Herjunaidi, Kejaksaan Negeri Banjarmasin, dan pengacara LKBH ULM Banjarmasin itu juga menghadirkan orang tua dan keluarga tersangka.

Dalam 26 adegan rekonstruksi, kedua tersangka memeragakannya dengan santai tanpa ada halangan apapun.

Diketahui, pemasalahannya berawal saat tersangka Hadi mau mengatur lalu lintas di perempatan jalan Grilya Banjarmasin Selatan, yang sebelumnya diatur saksi Awaluddin.

Lalu, tersangka Hadi meminta saksi berhenti karena ia ingin mencari uang sebanyak Rp20 ribu. Saat itu juga, datang korban dan bertanya kepada tersangka Hadi terkait alasan meminta saksi menjauh.

Tersangka Hadi pun menjawab, dirinya hanya membantu saksi. Namun, korban menantang tersangka Hadi untuk berkelahi. Tapi, tantangan dari korban tidak digubris tersangka.

Tapi, perkelahian tak dapat diindahkan. Korban dengan tersangka Hadi memang sempat dilerai oleh saksi Awaluddin. Lalu saksi pun memberikan uang kepada tersangka Hadi sebanyak Rp 20 ribu.

Lantaran dendam, sesaat kemudian tersangka Hadi pulang ke rumah dan kembali dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis parang. Dalam perjalanan, tersangka Hadi bertemu dengan temannya yaitu tersangka Madi, lalu tersangka Hadi mengajak tersangka Madi ke TKP.

Lalu kedua tersangka berboncengan menuju TKP. Di sekitar TKP, mereka sempat bertemu dengan saksi Awal yang sedang berjalan kaki. Di sana keduanya mempertanyakan soal keberadaan korban.

Setelah itu saksi Awal pun dibonceng oleh kedua tersangka. Di tengah perjalanan, kedua tersangka berssma saksi berpapasan dengan korban. Korban pun memberhentikan sepeda motornya dan mendatangi kedua tersangka.

Melihat sajam yang tergantung di sepeda motor tersangka, korban dan tersangka saling berebut sajam yang tergantung tersebut. Tetapi sajam tersebut berhasil direbut oleh tersangka Madi dan langsung ditebaskan ke korban.

Dari 26 adegan rekonstruksi, pada adegan 19 itulah tersangka Madi langsung melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Tersangka kalap mata karena di adegan 18, korban sempat menantang keduaya dengan berkata tidak takut dengan anak-anak Gandapura.

Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Selatan Ipda Herjunaidi, menjelaskan, rekontruksi yang digelar itu untuk melihat secara pasti mengenai kronologis penganiayaan tersebut.

“Dari semua reka adegan. Kami menetapkan keduanya sebagai tersangka yang akan dikenakan Pasal pasal 340 Junto 55 KUHP dan 338 Junto 55 KUHP,” jelasnya.

Muhammad Ryan

Pos terkait