Parkir Liar Banyak Menjamur, Dewan Minta Dishub Segera Tertibkan

KabarKalimantan, Banjarmasin– Menjamurnya parkir liar di Kota Seribu Sungai akhir – akhir ini membuat resah kalangan wakil rakyat di DPRD Banjarmasin. Bahkan di kawasan Basirih Selatan kerap ditertibkan oleh petugas, namun masih saja membandel.

“Ini permasalahan lama, Dishub katanya sudah sering menegur, seperti truk besar yang parkir sembarangan, ada sampai 4 hari lebih,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi kepada wartawan, kemarin.

Komisi III pun telah memanggil Dishub Banjarmasin untuk menanggulangi persoalan itu. Solusinya yaitu memberikan sanksi tegas bagi kendaraan yang tidak mengindahkan aturan yang dibuat pemerintah setempat.

“Kami minta Dishub untuk memasang plang tidak boleh parkir. Termasuk aturan dan sanksinya,” kata Afrizaldi.

Menurut Politikus PAN ini, sanksi tegas memang harus diberikan bagi pelanggar, tidak ada jalan damai, sehingga ini dapat memberikan efek jera.

“Harus ditindak tegas, tidak ada kompromi. Kalau Dishub yang tidak menjalankan aturan itu, bisa saja kami dewan tidak memberi support di anggaran,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, HM Yamin sangat menyayangkan, PAD disektor retribusi parkir tidak dikelola dengan baik. Pihaknya meminta Dishub segera membenahi parkir liar dan menjadikan itu sebagai pendapatan baru untuk menambah keuangan daerah.

“Kami hanya ingin Dishub fokus menangani parkir itu. Kalau dikelola baik, tentunya PAD di sektor retribusi parkir juga meningkat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kabid Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febry Ghara Utama menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan proses mendata jumlah parkir liar dan resmi yang ada di kota ini.

“Kami tengah memasukkan ke data base, Yang tidak berizin ini yang akan kami dorong untuk segera mendaftar untuk mendapat izin,” katanya.

Ditanya soal target PAD disektor retribusi parkir yang sudah tercapai hingga pertengahan tahun, dirinya mengaku, Dishub Banjarmasin telah mecapai angka 50 persen, yaitu sekitar Rp 2 miliar lebih. “Target Rp 4 miliar, sudah tercapai separuh,” ujarnya.

Smara Aqdimul Azmi

Pos terkait