Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mangkrak, Dinas PUPR Tanbu Layangkan Surat Teguran pada Kontraktor

KabarKalimantan, Batulicin – Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi untuk warga Desa Sungai Loban, RT 6, Kecamatan Sungai Loban dengan nilai Rp 508.383.353.00 miliar yang bersumber dari APBN Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 mangkrak alias tidak dilanjutkan oleh kontraktor pelaksana CV Adhi Berkah Mandiri hingga saat ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu Subhansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Efrin menjelaskan, proyek rehabilitasi jaringan irigasi dengan nomor kontrak T/027.2/004/KONT/RJISL/DPUPR-SDA.2/IV/2022, tanggal kontrak 4 april 2022 dengan pekerjaan selama 180 hari kalender, yang berakhir pada 30 September 2022 mendatang.

Dalam pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini terkesan lambat, karena sudah berlangsung selama 4 bulan dan hanya 17 persen saja yang dikerjakannya, seharusnya pekerjaan ini sudah selesai 30 hingga 40 persen terlaksana.

“Padahal kontraktor CV Adhi Berkah Mandiri sudah mengambil terlebih dahulu uang muka proyek sebesar ratusan juta rupiah atau 20 persen dari nilai pagu kontrak proyek senilai Rp 508.383.353.00,” jelasnya.

Dengan lambatnya pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi ini, maka Kabid Sumber Daya Air (SDA) dengan tegas melayangkan dua kali surat teguran kepada kontraktor CV Adhi Berkah Mandiri. Namun hingga saat ini, pihak kontraktor pelaksana belum juga berniat baik untuk melanjutkan pekerjaannya dan terkesan janji-janji saja untuk mendatangkan alat berat ke lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut.

Efrin mengakui, dalam waktu dekat ini pihaknya segera memanggil kontraktor pelaksana. Kalau masih tidak selesai juga dalam jangka waktu yang ditentukan dalam kontrak, maka Dinas PUPR akan mengambil langkah tegas, memutus kontrak serta memblacklist kontrak CV Adhi Berkah Mandiri.

“Selain itu, kalau memang menyanggupi kontraktornya untuk melanjutkan pekerjaannya setelah habis jangka waktu dalam kontrak proyek ini, tentunya Dinas PUPR memberikan sanksi denda 1/1000 perhari kepada CV Adhi Berkah Mandiri, sesuai dengan nilai kontrak proyek sebesar Rp 508.383.353.00,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Gapoktan Maju Bersama Desa Sungai Loban Muksin mengatakan, proyek tersebut menjadi harapan 4 kelompok petani yang bermukim di desa sungai loban, untuk bisa bercocok tanam padi tepat pada waktunya.

“Kami sangat menyayangkan pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini tidak sesuai dengan harapan para petani disini, karena lebar tanggul urukan tanggul yang ada ini bervariasi, ada yang lebar 4 meter dan ada yang 3 meter saja, sehingga hal ini tidak sesuai dengan permintaan awal para kelompok tani,” tegasnya

Sebenarnya, lanjutnya, proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang kami ajukan sebelumnya berguna multi fungsi, agar jalan bisa dilintasi petani dengan nyaman ketika mengangkut hasil pertaniannya. “Namun yang terlihat pada proyek irigasi ini lintasan jalan tidak pas,” ungkapnya.

Terkait pengerjaan proyek yang terkesan mangkrak ini, sejumlah petani sungai loban meminta pengawasan ketat dari pihak dinas PUPR dan instansi terkait terhadap kontraktor pelaksana.

Slamet Riadi

Pos terkait