Indikasi Keberhasilan Pendidikan Bisa Dirasakan Jika Melalui Empat Tahapan Pembelajaran

Oleh: Siti Rodiah, S.Pd
Guru di SD Negeri Muara Pagatan Ujung

GURU memegang peranan sentral, dan murid-murid mau tidak mau akan menjadikan dia sebagai sosok paling dekat untuk dicontoh atau diikuti. Karenanya guru harus menunjukkan integritas dirinya. Menampilkan sosoknya sebagai manusia yang berkualitas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Empat tahapan indikator keberhasilan pendidikan karakter yaitu good listening, can tell it again, can be evaluated dan can be have.

Allah memberikan kita pendengaran sebagai perangkat diri yang luar biasa. Artinya, yang Allah berikan atau anugerahkan kepada manusia bukan sekedar alat mendengar yang berupa telinga, tetapi kemampuan memfungsikan pendengaran dengan baik atau bisa juga disebut dengan mendengarkan dengan baik. Mendengarkan adalah aktivitas yang menyertakan seluruh kemampuan. Pada saat seseorang mengajarkan sesuatu kepada kita, maka sikap kita sebagai orang yang belajar adalah menyiapkan pendengaran sebaik-baiknya.

Kita mendengarkan dengan baik orang itu bicara, sehingga dapat menangkap maksud yang di bicarakan. Yang sering terjadi adalah pada saat orang lain berbicara, kita sebagai pendengar ikut berbicara juga. Sehingga kita tidak dapat menangkap pesan atau penjelasan yang disampaikan sang pembicara. Memang sangat sulit bagi kita untuk mendengarkan orang lain bicara. Kita lebih sering ingin didengarkan, tetapi tidak mau mendengarkan. Hal ini disebabkan beberapa hal, misalnya karena yang berbicara anak-anak dibawah usia, atau orang yang lebih muda dari kita. Bisa juga karena merasa ilmu yang kita miliki lebih tinggi atau merasa lebih tahu sehingga kita tidak siap mendengarkan perkataan orang lain yang kita anggap lebih rendah pengetahuan dan pengalamannya. Bisa juga karena status sosial si pembicara yang jauh dibawah kita. Faktor itulah yang menghambat, atau bahkan menghalangi kita mendapatkan pencerahan dari aktifitas mendengarkan.

Masalah mendengarkan dan memperhatikan adalah suatu kemampuan yang sangat penting bagi setiap orang. Kalau kita mampu mendengarkan dengan baik orang lain yang sedang berbicara, itu sama artinya kita menghargai diri sendiri. Karena siapapun yang ingin dihargai, maka dia harus bersedia menghargai orang lain. Siapapun yang ingin didengarkan, maka dia harus siap dan rela mendengarkan. Begitu juga dalam proses pembelajaran, persyaratan utama dan paling penting adalah bagaimana sikap kita dalam memperhatikan serta mendengarkan pelajaran yang disampaikan agar kita dapat lebih cepat memahami.

Sesungguhnya guru yang baik adalah juga pendengar yang baik, karena dia tidak akan mendominasi pertemuan dengan murid-muridnya tanpa memberikan kesempatan kepada para muridnya untuk menyampaikan sesuatu. Dia juga akan menyediakan waktu untuk mendengarkan murid-muridnya. Dari sisi ini, guru menjadi lebih menghargai murid-murid. Tadi penjelasan tentang good listening selanjutnya can tell it again artinya dapat mengulang atau menceritakan kembali hasil proses pembelajaran yang telah dilakukan. Setelah para murid mendengarkan apa yang disampaikan gurunya, maka tanda kalau murid itu memahami dengan hatinya adalah mereka dapat menceritakan kembali apa yang mereka dengarkan dan perhatikan dengan saksama. Inilah tanda kalau proses transfer pengetahuan itu berjalan sesuai dengan yang seharusnya.

Proses pembelajaran pada tingkat kedua ini tidak mudah dilakukan dan diperlukan kesungguhan hati. Karena untuk mengulang dan menjelaskan kembali pembelajaran yang telah lalu, tidak bisa dilakukan semua orang. Hanya orang yang mendengarkan dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh saja yang mampu mengulang dan menjelaskan poin-poin penting yang terkandung di dalam pelajaran yang diterimanya. Agar murid dapat menceritakan kembali secara baik apa yang dia dengar, maka guru harus menguasai materi, menyampaikan materi dengan jelas, tidak bosan mengulang penjelasan, menyampaikan materi dengan gembira dan senang hati, sabar dan perhatian.

Can be evaluated sebagai sebuah metode proses belajar mengajar harus dapat dievaluasi. Artinya proses pendidikan juga dapat dinilai atau diberi penilaian. Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah target yang dicanangkan sudah tercapai, atau apakah hasil yang dicapai sesuai target. Bila telah tercapai, bagaimana capaian itu bisa terus dipertahankan, bahkan kalau mungkin ditingkatkan. Bila target tidak tercapai, apa upaya yang harus dilakukan agar bisa mencapai target itu. Biar bagaimanapun proses belajar mengajar, apalagi bila terjadi di institusi pendidikan yang resmi, pasti memiliki target-target tertentu. Untuk itu dibuatlah standar sebagai acuan untuk mencapainya. Baik standar maupun target itu sudah pasti terukur dan dapat diberikan penilaian.

Can be have maksudnya dapat memiliki dan dirasakan yang dibuktikan dengan kemampuan mengendalikan kualitas karakter dalam ujian demi ujian,cobaan demi cobaan. Dan kedepannya semakin paham dan dapat memperbaiki perilaku dihadapan Allah. Inilah puncak-puncak kesuksesan karakter, dari mendengarkan, menjelaskan, dan menghadapi ujian Allah yang harus dimiliki oleh setiap guru dan siswa. Sesungguhnya kesuksesan seseorang ukurannya adalah ketika dia berhasil menjadikan dirinya sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Untuk menjadi pemimpin tentunya saja tidak mudah. Sudah pasti seseorang harus memiliki ilmu yang lebih tinggi dari orang-orag yang bertaqwa yang nanti akan dipimpinnya itu.***

Pos terkait