Tilep Dana Desa, Kades Anjir Seberang Pasar I Ditetapkan sebagai Tersangka

KabarKalimantan, Marabahan – Seakan tidak ada habis-habisnya, kasus seorang kepala desa yang tersandung kasus korupsi dana desa.

Seperti yang terjadi di Desa Anjir Seberang Pasar I Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD).

Alhasil, sang kades berinisial MN pun ditetapkan Kejaksaan Negeri Barito Kuala sebagai tersangka sejak Senin (26/12/2022).

MN merupakan kepala desa Anjir Seberang Pasar I Kecamatan Anjir Pasar Batola, diketahui juga sebagai seorang ASN (Aparat Sipil Negara) yang telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai kepala desa.

“Setelah berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan penghitungan kerugian negara akibat dari perbuatannya, MN kami ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan pengelolaan dana desa,” eber Kajari Batola Eben Neser Silalahi melalui Plh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Leonard Simalango, Selasa (27/12/2022).

Diterangkannya, MN dijerat dengan pasal 2 ayat (1 ) Subsider pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Tersangka melakukan perbuatan melawan hukum sehingga mengakibatkan kerugian negara dengan nilai cukup banyak, yaitu mulai dari diduga tidak transparan dalam menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Ia juga tidak menyetorkan pajak pertanggungjawaban keuangan yang sudah dipungut ke rekening negara, serta menyalahgunakan kelebihan pembayaran atas pembelian bahan material, membuat pertanggungjawaban atas belanja APBDes 2021 yang tidak sah, ditambah lagi tidak menyertakan bukti pertanggungjawaban belanja APBDes,” terang Leonard.

Untuk nilai kerugian negara yang disebabkan perbuatan tersangka sebesar Rp 190,5 juta. “Semuanya itu digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, Kejari Batola belum melakukan penahan terhadap tersangka MN. “Sementara tersangka belum kita tahan, karena dianggap koorperatif selama dilakukan pemeriksaan,” ujar Leonard.

Mahmud Shalihin

Pos terkait