Pendirian Ruko di Sempadan Sungai Melanggar Perda

KabarKalimantan, Marabahan – Mendirikan bangunan tak bisa serta merta dilakukan begitu saja, namun harus memenuhi ketentuan, setidaknya tidak boleh melanggar perda.

Berkaitan ketentuan mendirikan bangunan ini, Satpol-PP Kabupaten Barito Kuala (Batola), belum lama ini menegur pemilik bangunan (Ra) yang akan mendirikan ruko di atas bantaran sungai yang lokasinya berada di kawasan Jalan Veteran Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan.

Baca Juga :   RAPBD TA 2022, Target Pembangunan Jalan KUTABAMARA Dapat Terealisasi

Sayangnya keberadaan bangunan yang akan didirikan posisinya menjorok ke batas sempadan sungai sehingga membuat sungai menyempit, sedangkan di sisi kiri bangunan terdapat jembatan untuk akses memasuki Gang Manggis.

Baca Juga :   Pemkab Batola Salurkan 20.222 Paket Sembako Tahap 3

Dikhawatirkan keberadaan ruko ini selain menghambat kelancaran pasang surutnya air juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

Menyaksikan hal itu, maka Satpol-PP Batola melalui Kasi Lidik Bidang PPHD Lisa Hadiyati beserta pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas PUPR berusaha menegur pemilik bangunan.

Lisa Hadiyati menyatakan, pendirian bangunan yang berada di batas sempadan sungai telah melanggar Perda Nomor 06 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat.

Baca Juga :   Wow, Pelaksana Upacara Peringatan Hari Ibu di Batola Semuanya Wanita

“Kami memperingatkan agar bangunan yang menjorok ke sungai ini lebih baik dihentikan karena telah melanggar ketentuan Perda,” tutur Lisa.

Mahmud Shalihin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.