Pencairan Dana Hibah Proyek Pembangunan Menara Masjid Al Jami dan TK Al Quran Pagatan kepada Pihak Ketiga Diduga Langgar Aturan

KabarKalimantan, Batulicin – Sangat disesalkan, proyek pembangunan Menara Masjid besar Al Jami dan TK Al Quran Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu tidak memakai jasa konsultan teknik pengawas, sehingga kekokohan fisik bangunan diragukan.

Semestinya, bangunan fisik seperti menara dan TK Al Quran masjid ini harus memakai jasa konsultan pengawas, seperti yang sudah diamanatkan dalam Undang undang yang berlaku, karena terbilang sangat besar alokasi dana hibah Rp 2 milyar yang sudah digelontorkan pemerintah setempat.

Dipertanyakan proyek pembangunan  menara dan TK Al Quran Masjid Al Jami Pagatan tanpa memakai jasa konsultan pengawas, sehingga spesifikasi RAB bisa saja diduga tidak menjadi acuan pihak ketiga dalam pelaksanaan pekerjaan fisik bangunan tersebut.

Untuk proyek pembangunan menara masjid dan TK Al Quran yang dianggarkan  Pemerintah Daerah Tanah Bumbu melalui dana hibah tahun 2022 sebesar Rp 2 milyar terbilang sangat fantastis, kalau dihitung secara logika Rp 1 milyar untuk dana pembangunan kedua proyek itu sudah cukup.

Diperkirakan, besar bangunan TK Al Quran masjid Al Jami Pagatan itu dapat diperbandingkan dengan fisik bangunan rumah Tahfiz yang tersebar di desa, hanya dengan anggaran Rp 200 juta rumah tahfiz sudah bisa berdiri tegak, sedangkan untuk pembangunan menara masjid dengan anggaran sebesar Rp 800 juta kira – kira sudah bisa terbangun.

Sumardi merupakan Bendahara Masjid Al Jami Pagatan saat dikonfirmasi sejumlah awak media di kediamannya, jumat (12/5/2023) mengatakan, bahwa tahap awal pengambilan dana  proyek untuk Masjid di Bank BPD Kalsel Rp 1 milyar kami kesana berdua dengan Ketua Masjid Amiludin bertanda tangan.

Terkait dana yang sudah diambil pada Bank BPD Kalsel sebesar Rp 1 milyar itu langsung kami serahkan kepada pihak ketiga Aminudin, selaku Kontraktor proyek pembangunan menara tersebut.

Lebih rinci lagi Sumardi menjelaskan, bahwa untuk pembayaran kedua kepada pihak ketiga Aminudin saat itu sebesar Rp 400 juta, ketiga Rp200 Juta, keempat Rp 200 juta, kelima Rp 100 Juta, keenam Rp 50 juta dan pembayaran terakhir lunas sebesar Rp 50 juta, dan saat pengambilan dana di Bank BPD Kalsel yang tersisa sebesar Rp 1 milyar tidak melibatkan saya, hanya ketua masjid saja yang mengambil ke bank.

Sumardi menyesalkan, atas kejadian pengambilan dana hibah Proyek pembangunan menara dan TK Al Quran yang tersisa dananya di Bank BPD Kalsel sebesar Rp 1 milyar saat itu tidak melibatkan Bendahara masjid, padahal awal pengambilan dana saat itu Ketua dan Bendahara turut bertanda tangan di Bank tersebut.

Informasi terhimpun di lapangan, bahwa untuk proyek pembangunan menara masjid dan TK Al Quran Al Jami Pagatan selama ini menjadi sorotan masyarakat setempat, karena bangunan tersebut sudah berjalan selama delapan bulan tak kunjung selesai, karena tukang pekerja bangunan tersebut sudah beberapa kali berganti ganti, seharusnya selesai dulu seluruh bangunannya, baru dibayarkan habis kepada Aminudin selaku pihak ketiga.

Slamet Riadi

Pos terkait