Paman Birin Optimistis Bubuhan Banjar Tanamkan Asah, Asih, dan Asuh

KabarKalimantan, Makassar – Sulawesi Selatan tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata olahraga, alam, dan budayanya. Akan tetapi juga terkenal dengan keberagaman masyarakat yang hidup di dalamnya.

Begitu pun masyarakat Banjar yang turun temurun hidup di Sulawesi Selatan ikut andil menjadi bagian dari sejarah perjalanan Sulsel dari waktu ke waktu hingga maju seperti sekarang.

Setidaknya ada 24 Kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Dan masyarakat Banjar hampir tersebar di 24 kabupaten/kota tersebut.

Maka dari itu, acara Halal Bihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Gedung Ballroom Seroja Wisma Kalla, Minggu (28/5) menjadi momentum yang tepat untuk berkumpul bersama dan bersilaturrahim antar warga keturunan Banjar.

Paman Birin, yang juga menjadi Ketua Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar se-Dunia yang menghadiri acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, bahwa masyarakat Banjar dimana pun harus menanamkan trilogi asah, asih, dan asuh.

“Melalui asah, kita berharap dapat saling belajar-mengajar yang tentunya akan menambah wawasan pengetahuan kita. Sementara asih, yaitu kita dituntut untuk berusaha menciptakan prilaku saling berbagi dalam susah maupun senang. Dan asuh, kita berharap dapat saling mengajak berbuat kebaikan dan mencegah berbuat keburukan,” kata Paman Birin.

Sebab menurut Paman Birin, Bubuhan Banjar yang ada di Sulawesi Selatan sangat multi-profesi, ada pengusaha, pedagang, guru, karyawan dan lain sebagainya. Untuk itu, ia berharap segala profesi apa pun namanya, dapat menjadi jembatan dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan.

“Walaupun sering kita dihadapkan dengan berbagai tantangan, namun tantangan maupun rintangan jangan sampai menggoyahkan langkah kita untuk membawa perubahan besar bagi Banua maupun Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kerukunan Bubuhan Banjar Sulawesi Selatan (KBB Sulsel), Muhammad Syar’ie S.Ag., M.H.I., mengatakan KBB Sulsel sudah tiga tahun tidak mengadakan acara dikarenakan pandemi Covid-19, akan tetapi di tahun 2023 bisa mengadakannya lagi.

“Untuk itu, mungkin dalam acara ini terdapat banyak kekurangan dan itu menjadi evaluasi bagi kami nantinya. Sebab, alhamdulillah antusias bubuhan Banjar disini sangatlah luar biasa, awalnya kami perkirakan yang hadir sekitar 500-an, akan tetapi nyatanya lebih dari seribu orang ikut acara ini,” katanya di sela-sela kegiatan.

Ia tidak menyangka masyarakat begitu banyak hadir di acara halal bihalal tersebut, menurutnya mungkin karena sebagian bubuhan Banjar yang ada di Sulawesi Selatan ini ingin bertatap muka langsung dengan Paman Birin.

“Makanya tadi saat Paman Birin meninggalkan tempat ini, begitu banyak masyarakat yang mengajaknya berfoto sama beliau,” tandasnya.

Sementara itu, Rahmadiansyah salah satu warga Banjar yang sudah puluhan tahun menetap di desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, mengatakan, setidaknya ia harus menempuh perjalanan hampir 3 jam menuju Kota Makassar. Akan tetapi perjalanan tersebut terasa dekat karena begitu rindunya kumpul sesama orang-orang Banjar.

“Makanya ulun bersyukur bisa hadir disini, nuansa Banjarnya terasa sekali. Seperti pulang kampung,” ucapnya. (Fud/Adpim)

Pos terkait