Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Resahkan Warga Batulicin, Ini Penjelasan Disperindagkop

KabarKalimantan, Batulicin – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bukan hal pertama kalinya terjadi. Beberapa minggu terakhir masyarakat Tanah Bumbu mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Situasi seperti ini tentunya menyulitkan masyarakat. Tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, kelangkaan ini juga membuat harga isi ulang gas elpiji menjadi lebih mahal dari biasanya.

Syarifah Ratna (63) merupakan warga desa Batulicin saat ditemui, rabu (20/6/2023) mengatakan, gas elpiji 3 kilogram (Kg) pada saat ini kosong dipasaran, walaupun ada dijual di eceran harga gas elpiji isi ulang tersebut mencapai Rp 40.000 – Rp 45.000.

 

“Kalau saya membeli di pangkalan gas elpiji yang ada di Rt 13 desa Batulicin kadang habis, sehingga kami harus membeli gas elpiji di warung eceran dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) ,” ungkap Syarifah.

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh media ini, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Tanah Bumbu Hamaluddin Tahir melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dan Metrologi Akhmad Heriansyah menyampaikan, bahwa agen elpiji 3 kilogram yang ada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu berjumlah 7 agen, dengan distribusi setiap bulan ke warga sangat mencukupi.

Berdasarkan data Disperindagkop Tanah Bumbu, terhitung sejak Januari 2023 distribusi gas elpiji yang disalurkan oleh 7 agen ke masyarakat mulai dari bulan Januari sebanyak 190.960, Pebruari 177.520, Maret 198.240, April 190.400 dan bulan Mei sebanyak 196.240, sebut Heriansyah.

Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) dari agen gas elpiji isi ulang Rp 18.500, dan kalau sudah di pangkalan harganya Rp 20.000.

“Memang selama ini belum ada aturan yang mengatur masalah harga HET di toko eceran, namun dalam waktu dekat ini kami dari Disperindagkop bersama tim SKPD lainnya akan mengecek langsung harga eceran yang ada di toko maupun di warung untuk menyampaikan himbauan harga eceran gas elpiji yang dijual dipasaran tidak terlalu mahal,” tutupnya.

Slamet Riadi

Pos terkait