Masyarakat Sebamban Lama Tak Rasakan Dana Pengembangan Desa dari Perusahaan Tambang?

KabarKalimantan, Batulicin – Desa Sebamban Lama, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan sebuah desa yang berada di ring satu lingkar beberapa perusahaan pertambangan batubara. PT Borneo Indobara (PT BIB) contoh salah satunya.

Umumnya, desa yang berada di ring satu lingkar perusahaan pertambangan batubara tersebut otomatis mendapatkan sejumlah bantuan, baik itu dana tunai maupun melalui sejumlah program yang dibuat perusahaan menggunakan kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Begitu pun PT BIB, melalui dana CSR-nya, sejumlah program dibuat untuk membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat lingkar perusahaan tambang. Contohnya, mengembangkan desa kreatif melalui pengembangan program home industry dan ekonomi riil, dan menggelar pelatihan pembuatan kain sasirangan.

Namun, masyarakat Desa Sebamban Lama seolah-olah tak merasakan manfaat dari bantuan dana CSR PT BIB yang diketahui berjumlah sebesar Rp 75 juta per bulan.

Warga menilai, ada kejanggalan dari pengelolaan dan pemanfaatan dari dan CSR PT BIB tersebut. Mereka curiga, dana CSR tersebut diselewengkan Kepala Desa Sebamban Lama Syarfani. Pasalnya, pengelolaan dana CSR tersebut tak transparan dan tak pernah melibatkan warga.

“Tidak pernah melibatkan masyarakat dan tidak transparan kepada Masyarakat,” ujar salah satu warga Desa Sebamban Lama yang namanya enggan disebutkan, beberapa hari lalu.

Hal senada juga diungkapkan warga berinisial BHD (54). Ia pernah meminta transparansi pengelolaan dana dari CSR perusahaan kepada Kades Syarfani, namun tidak pernah dijabarkan.

“Keluhan kami tidak pernah digubris,” katanya seperti dikutip dari laman media online borneotrend.com.

Keresahan warga pun nampaknya memuncak. Hingga akhirnya, mereka melakukan demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel pada Kamis (14/9/2023) lalu.

 

Dalam aksi yang dikoordinatori H Ahmad Husaini atau biasa akrab disapa Usai KAKI itu, warga meminta pihak Kejati Kalsel menyelidiki dugaan korupsi atau penyelewengan dan maupun permasalahan lain yang dilakukan Kades Syarfani tersebut.

Tak habis di situ, warga Sebamban Lama juga melaporkan dugaan penyelewengan dana CSR oleh sang kepala desa ini ke Ditreskrimsus Polda Kalsel pada 23 September lalu.

“Kalau memang tidak ditindaklanjuti juga, maka dalam waktu dekat ini ratusan warga akan melaksanakan demo di Kantor DPRD Tanah Bumbu,” kata salah satu warga.

Berdasarkan data terhimpun, laporan warga Desa Sebamban Lama ke Ditresrkrimsus Polda Kalsel dengan tuntutan mengenai pengelolaan dana CSR sebesar Rp 75 juta per bulan dari PT BIB, Rp 35 juta dari PT TIA. Kemudian, wewenang dan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Makmur Mulya Desa Sebamban Lama, pengelolaan dana CSR sebesar Rp 2 juta/unit dari tronton angkutan PT Makmur Mulya Sebamban (MMS), pengelolaan dana CSR PT Hamara, pengelolaan dana CSR CV Panca Bina Banua (PBB), wewenang dan pengelolaan kebun kelapa sawit plasma pada Koperasi Pemuda Mitra Jaya (KPMJ) Desa Sebamban Lama, serta seluruh pengelolaan bantuan dan sumbangan yang diberikan perusahaan kepada Pemerintah Desa Sebamban Lama.

Terpisah, salah satu dept CSR PT BIB Dede saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bisa memastikan tidak ada penyelewengan dana CSR. Karena menurutnya, CSR semua support berupa program, tidak ada berupa dana atau uang.

“Mungkin yang dimaksud ini adalah dana pengembangan desa? Kalau pengembangan desa bisa langsung dept external,” ucapnya.

Suhaimi Hidayat/Slamet Riadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *