Paman Birin Bersama Mahasiswa Banua Bersinergi Tingkatkan Percepatan Penurunan Stunting melalui Program ‘Paman Mahaga Stunting’

KabarKalimantan, Banjarbaru – Luncurkan program “Paman Mahaga Stunting” merupakan salahsatu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan percepatan penurunan stunting mengejar target angka stunting yakni 14 persen pada tahun 2024.

Program ‘Paman Mahaga Stunting’ atau Paman dan Mahasiswa Cegah Stunting, diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor merupakan program edukasi dan sosialisasi pencegahan Stunting dengan melibatkan mahasiswa Banua pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 13 kabupaten/kota se-Kalsel

Gubernur Kalsel Paman Birin melalui Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan drh Suparmi mengatakan, mahasiswa memiliki kapasitas tersendiri dalam mendukung upaya percepatan stunting dengan aksi penurunan stunting lewat kegiatan magang atau praktik kerja, penelitian, proyek kemanusiaan, hingga membangun desa atau KKN tematik stunting.

“Mahasiswa agar benar-benar mengabdi dengan sepenuh hati di desa lokus stunting, melakukan pendampingan gizi masyarakat, pendampingan pola asuh, juga pembangunan sanitasi dan air bersih,” katanya.

Paman Birin menuturkan, saat ini prevalensi stunting di Kalsel tercatat 24,6 persen, turun sebanyak 5,4 persen dari angka stunting tahun 2021 yang tercatat 30 persen.

“Kita terus meningkatkan upaya percepatan penurunan stunting untuk mengejar target angka stunting yakni 14 persen pada tahun 2024,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin mengatakan, sebelum diterjunkan ke lapangan para mahasiswa diberikan pembekalan tentang pencegahan stunting guna disosialisasikan ke masyarakat.

“Kita membutuhkan tenaga-tenaga lain, kebetulan mahasiswa sedang KKN, sehingga mereka sekaligus memberikan edukasi terkait Stunting kepada masyarakat di lokasi mereka bertugas,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

“Kita juga sudah melakukan MoU dengan Poltekes untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat dalam percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

Pada momentum tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Provinsi menyerahkan penghargaan kepada 3 kabupaten percepatan penurunan stunting di Kalsel yakni Kabupaten Tabalong peringkat pertama, Hulu Sungai Selatan kedua dan Tapin peringkat ketiga.[]

Syahri Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *