Polisi Batola Penyandang Gelar S3

SEBUAH istilah yang cukup keren berbunyi “Tidak ada kekayaan seperti pengetahuan, tidak ada kemiskinan seperti ketidaktahuan”. Kata-kata mutiara ini sangat jelas menggambarkan pentingnya pendidikan bagi seseorang dalam kehidupan.

Tak mengherankan saat ini sangat banyak orang-orang yang terus belajar meski sudah memiliki profesi atau kehidupan yang baik. Salah satu sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan ialah Aiptu Dr B Rupaidi SH MH.

Pria kelahiran 1 Desember 1979 ini merupakan seorang anggota polisi. Saat ini, ia menjabat sebagai Kanit 1 Satreskrim Polres Batola.

Nah, untuk mengenal lebih dalam mengenai anak petani yang dulunya bercita-cita menjadi guru ini, wartawan redkal.com Muhammad Ridha berkesempatan melakukan wawancara eksklusif, berikut petikannya:

Assalamualaikum bang, bagaimana kabarnya?

Alhamdulillah baik.

Oh ya, tahun ini, Anda telah menyelesaikan pendidikan S3. Bagaimana perasaannya bang?

Tentu saja saya sangat bahagia dan bangga. Alhamdulillah, Allah memberikan jalan kepada saya untuk menyelesaikan pendidikan S3. Abang adalah salah satu dari banyak polisi yang sangat peduli dengan pendidikan. Apa yang membuat Anda sangat termotivasi dengan pendidikan?

Pertama soal pesan orang tua, dari kecil orang tua saya selalu mendorong agar saya gigih dalam menempuh pendidikan. Padahal, kedua orang tua saya adalah petani yang bahkan tidak lulus sekolah dasar (SD). Tapi, kemauan beliau berdua agar anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi sangat luar biasa. Itu motivasi pertama bagi saya.

Nah, rupanya setelah terus mendapat dorongan orang tua, saya jadi sangat menyukai belajar. Saya senang membaca dan terus belajar ilmu pengetahuan. Nah, institusi kepolisian pun sangat mendukung saya untuk terus bisa menyelesaikan pendidikan mulai S1, S2, hingga S3.

Bisa diceritakan sedikit mengenai masa kecil abang?

Saya lahir di salah satu desa di Kecamatan Aluh-Aluh (wilayah Kabupaten Banjar, red). Masa kecil normal, sebagai anak petani saya biasa ikut ke sawah, bahkan saya senang ikut membantu orang tua bertani.

Pendidikan waktu kecil?

Saya sekolah di madrasah ibtidaiyah, kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah yang ada di kampung saya. Nah, saat itu tidak ada sekolah pendidikan atas di kampung saya. Biasanya, anak di sana melanjutkan sekolah ke pesantren. Namun, saya memilih untuk sekolah ke SMA di Gambut. Alhamdulillah saya selalu mendapat nilai bagus di sekolah.

Kabarnya, dulu bercita-cita menjadi guru bang?

Iya, bahkan dulu waktu lulus SMA saya sempat ingin kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Lantas, bagaimana akhirnya menjadi seorang anggota polisi?

Nah, waktu menunggu saat pendaftaran perkuliahan ada teman yang mengajak ikut tes masuk kepolisian. Saya bersedia, pada tahun 2000 kami mendaftar di Polres Banjar, akhirnya setelah menjalani tes saya dinyatakan lulus, hingga menjadi polisi sampai sekarang.

Jadi, semua perkuliahan yang abang jalani setelah abang menjadi anggota polisi?

Ya, tahun 2000 saya menjadi polisi, kemudian pada 2007 saya mengambil S1, kemudian 2017 mengambil S2, dan 2019 saya mengambil S3 di Unissula Semarang. Alhamdulillah 2023 saya menyelesaikan pendidikan doktor saya.

Bagaimana dukungan keluarga terhadap pendidikan abang?

Dukungan istri sangat luar biasa. Kebetulan istri saya saat ini juga masih menjalani studi S3. Jadi, dia juga sangat peduli dengan dunia pendidikan.

Oke bang, terimakasih atas waktu abang berbincang-bincang dengan saya. Mudah-mudahan, kegigihan abang dalam menimba ilmu pengetahuan bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sekali lagi terimakasih bang!

Iya, sama-sama terimakasih juga.

M Ridha

Pos terkait