PT Borneo Indobara Targetkan Tahun 2024 Warga Desa Lingkar Tambang Bebas Stunting

KabarKalimantan, Batulicin – Program PT Borneo Indobara Angsana melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) kini mulai menyasar pada bidang kesehatan Masyarakat lingkar tambang, Hal ini terlaksana berkat adanya sinergitas antara Perusahaan dengan Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan pencegahan stunting dini oleh perusahaan PT BIB, “Ceria Membara, Cegah Stunting, Raih Impian Anak Bersama PT Borneo Indobara” berlangsung di aula kantor desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, Kamis (14/12/2023) pagi.

Division Head CSR & Empowerment PT Borneo Indobara Dindin Makinudin melalui Bagian Kesehatan Bilqis Nabila, mengatakan, bahwa Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh PT BIB untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menekan angka stunting 14 persen tahun 2024 mendatang.

Pada kegiatan sosialisasi stunting dan pemeriksaan kesehatan di aula kantor desa sebamban baru itu di ikuti sebanyak 45 ibu – ibu dengan anaknya untuk memeriksakan kesehatan.

“Adapun 45 anak balita yang terdampak stunting itu, mereka ini masing-masing berasal dari desa Sebamban Baru sebanyak 25 orang, Sebamban Lama 10 orang dan desa Trimartani sebanyak 10 orang,” ungkap Bilqis.

Berdasarkan data yang ada, bahwa 20 desa yang masuk dalam ring 1 lingkar tambang PT BIB kini masih ada sebanyak 163 anak stunting,  sehingga kegiatan sosialisasi stunting dan pemeriksaan kesehatan serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) akan terus dilakukan oleh perusahaan di semua desa dalam wilayah kecamatan Sungai Loban, dan kegiatan ini sebagai salah satu komitmen untuk mencapai Zero stunting di tahun depan dalam wilayah lingkar tambang.

Terpisah, Ida Kusherawati merupakan salah satu warga desa Sebamban Lama rt 9 yang mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan stunting mengucapkan terimakasih kepada perusahaan PT Borneo Indobara yang telah membantu warga dalam bidang kesehatan untuk warga desa setempat.

“Kami berharap, kegiatan yang seperti ini bisa dilaksanakan oleh perusahaan PT BIB secara terus menerus di semua desa-desa yang tersebar di daerah ini,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Camat Sungai Loban, Agus Salim mengatakan, dalam rangka mengintervensi angka stunting mencapai Zero Stunting, kunci utamanya adalah keterlibatan semua stakeholder. Tentunya menjadi garda terdepan mengoptimalkan peran aktif Posyandu dalam pembinaan, serta penyuluhan dan pemberian PMT kepada masyarakat.

“Untuk mencapai target tersebut kita berharap agar pihak swasta seperti PT BIB melalui CSRnya mampu mengambil peran sebagai orang tua asuh perusahaan dalam pembinaan stunting di Posyandu di desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Sungai Loban,” ungkap Agus.

Slamet Riadi

Pos terkait