Paman Birin: Perlu Sinergi dan Kolaborasi Tingkatkan SDM di Banua dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

KabarKalimantan, Marrapura – Perlunya sinergi, kolaborasi dan langkah-langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banua untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor saat menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Program kegiatan tahun 2023 serta Sosialisasi, Koordinasi Tahun 2024 dan Perencanaan Program Tahun 2025 di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini didepan para Kepala Sekolah se Kalsel mengatakan, anak-anak banua menjadi aktor penting dalam Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan yang bermutu menjadi bagian integral dalam membangun SDM yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur,” katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa angka rata-rata lama sekolah di provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 adalah 8,46 tahun dari target kinerja 8,47 tahun. Sedangkan pada tahun 2023, angka rata-rata lama sekolah Provinsi Kalimantan Selatan adalah 8,55 tahun dari target kinerja 8,56 tahun.

“Terdapat selisih satu tahun yang harus dikejar selama dua tahun ke depan. Oleh karena itu, koordinasi, kolaborasi, dan strategi yang tepat dibutuhkan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kesempatan belajar dan kualitas pendidikan,”ucapnya.

Untuk itu menurutnya, peningkatkan mutu dan kompetensi tenaga pendidikan, menjadi bagian tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan. Akses yang merata pada seluruh sekolah, mulai dari Ibu kota hingga tiap kabupaten, pada sarana prasarana pendukung juga penting.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya semata penggenapan atas target-target di atas kertas, tapi akan berdampak positif untuk masa depan anak-anak banua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun meminta kepada kepala sekolah se-Kalsel untuk bisa berkoordinasi dengan pihaknya terkait permasalahan tahun 2023 agar tahun 2024 tidak terjadi lagi.

“Saya minta kepada para kepala sekolah untuk berkoordinasi terkait permasalahan tahun lalu, saya ingin tahun 2024 ini kita sudah go,” ucapnya.

Ia ingin permasalahan tahun lalu tidak menjadi penghambat Indeks Pembangunan Manusia yang saat ini terus merangkak naik di posisi 12. “Sektor pendidikan adalah penyumbang terbesar Indek Pembangunan Manusia,” pungkasnya.

Rakor tersebut dihadiri sebanyak 357 peserta terdiri dari kepala sekolah, pengawas SMA, SMK dan SLB se-Kalimantan Selatan.[]

Syahri Ramadhan

Pos terkait