520 Santri Guru Kapuh Serbu Dispursip Kalsel

Ratusan santri Ponpes Ibnu Atha'ilah, Kabupaten HSS, mengunjungi Dispursip Kalsel, Senin (15/1/2018). Istimewa

KabarKalimantan, Banjarmasin – Celoteh ratusan bocah bersahutan ketika 62 mobil rombongan tiba di Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Selatan. Bocah santri berusia 7-9 tahun itu bergegas masuk ke ruang baca anak-anak di perpustakaan daerah tersebut.

Mereka memilih aneka buku-buku bacaan seraya meriung. Sebagian dari mereka beringsut membaca buku ke area Book Super Sale di beranda perpustakaan Pal Nam—sebutan Dispursip Kalsel. “Kami membawa 520 siswa dari MI Ibnu Atha’ilah, Kandangan,” kata Ketua Yayasan Ibnu Atha’ilah, Ahmad Sultan di sela pendampingan.

Ia mengatakan kedatangan rombongan santri ke Perpustakaan Pal Nam untuk wisata edukasi sekaligus ingin mengetahui cara pengelolaan perpustakaan. Sebab, kata Ahmad, perpustakaan Ibnu Atha’ilah kurang lengkap karena mesti berbagi dengan ruang kelas dan minim koleksi buku bacaan.

“Sekolahannya baru berdiri empat tahun yang lalu. Maka kami mengajak murid-murid ke sini wisata edukasi, kami juga ingin studi banding bagaimana mengelola perpustakaan yang baik,” kata Ahmad Sultan.

Baca Juga :   DPRD Kalsel Inspeksi Proyek Jalan Kandangan-Nagara

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Hulu Sungai Selatan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Atha’ilah, Kecamata Simpur, Kabupaten HSS, Muhammad Riduan, mengatakan sedang mengajukan proposal bantuan buku bacaan ke Dispursip Kalsel. Menurut Riduan, Dispursip Kalsel punya koleksi buku lengkap.

Selain itu, kata dia, kondisi perpustakaannya sangat mumpuni dan nyaman. Riduan berharap para santrinya kian mencintai dunia bacaan dan membumikan iqra. “Guru-guru bisa sambil belajar dan anak-anak wisata edukasi, mereka kan bisa baca-baca buku,” ujar pria yang akrab disapa Guru Kapuh itu.

Sementara itu, Kepala Dispursip Kalsel, Nurliani Dardie merespons positif kedatangan rombongan guru, pengasuh, dan santri Ponpes Ibnu Atha’ilah tersebut. Nurliani menuturkan gerakan kampanye budaya membaca agaknya direspons oleh masyarakat Banua, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Juga ke ponpes-ponpes. Waktu kami menghadiri undangan Bupati HSS, kami menyempatkan mampir silaturahmi ke kediaman beliau (Muhammad Riduan) pada Rabu pekan lalu,” ujar Bunda Nunung.

Baca Juga :   DPRD Kalsel Inspeksi Proyek Jalan Kandangan-Nagara

DP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here